Perbuatan Terlarang “Dokter” Amysa, Wanita Cantik Bone Curhat

BONEPOS.COM, BONE - Rini Hadriyani (32), perempuan berparas cantik yang dulu disebut-sebut sebagai asisten Dokter gadungan Amysa Tomme akhirnya angkat bicara.

Kepada awak media, Rini "curhat" persoalan kasus pelanggaran Pasal 77 dan 78 Undang-Undang No 29 Tahun 2004 tentang Malapraktik yang mencatut namanya dalam kasus ini.

Melalui rilis yang dibagikan, Rini mengungkapkan, apa yang ada di publik semuanya tidak benar. Khususnya yang menyangkut dugaan keterlibatanya dalam kasus ini.

Kata Rini, apa yang diasumsikan ke dirinya terkait diduga asisten dan atau rekan kerja atau rekan bisnis Amysa Tomme adalah tidak benar, melainkan dia hanya berteman biasa dengan Amysa. Itu dapat dia buktikan secara hukum.

"Dalam kasus ini status saya hanya sebagai saksi, bukan sebagai asisten atau rekan kerja Amysa Tomme, dan saya akui pernah ditahan di Polres Bone tetapi saya tidak memahami alasan hukumnya karena saya ditahan dengan status hukum yang tidak jelas, sebab sama sekali tidak ada keterlibatan saya terhadap aktivitas atau praktik kecantikan Amysa sebagai dokter kecantikan," dalih Rini.

Lanjut kata Rini, awalnya memang dia tidak tahu sama sekali kalau Amysa ini bukan dokter sungguhan, bahkan waktu di Malaysia saja dia pernah menerima jasa kecantikan dan dia bayar sesuai tarif yang ditentukan sendiri oleh Amysa.

"Saya kenal dengan dia itu 2017 di Malaysia, dan saat dia mau ke Makassar dia menghubungi saya, selaku teman pasti saya layani dan menyiapkan segala fasilitasnya, begitupun saat dia masuk ke Bone dia menggunakan beberapa fasilitas salon saya, dan saya tidak pungut biaya sedikitpun dari bisnisnya, karena menganggap dia teman saya," tambahnya.

Dengan adanya kasus ini dengan berbagai tudingan ke dirinya, dia sangat dirugikan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bone AKP Mohamad Pahrun yang dikonfirmasi membenarkan, Rini tidak masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) melainkan hanya Amysa Tomme saja.

"Memang benar Yang bersangkutan (Rini), tidak masuk DPO Polres Bone," ujar Pahrun. (her/ril)