Penetapan Dekan FKM Berpolemik, Begini Penjelasan Resmi UMI

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Pelantikan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UMI, Dr Suharni A. Fachrin, untuk masa amanah 2020-2024, berpolemik.

Namun demikian, Kepala Humas UMI, Nurjannah Abna menegaskan, proses pengangkatan hingga pelantikan sudah sesuai prosedur.

“Sesuai Peraturan Rektor Universitas Muslim Indonesia, Nomor : 01 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Rektor UMI Nomor 04 Tahun 2019 Tentang Penjaringan Calon Dekan Fakultas/Calon Direktur Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia," jelas Nurjannah Abna, merespons adanya pemberitaan yang menganggap pelantikan Dekan FKM UMI masa amanah 2020-2024 dianggap tidak demokratis.

Seluruh tahapan mulai penjaringan hingga penetapan SK Pengurus Yayasan tentang Dekan FKM, Ibu Dr. Suharni, tidak melanggar aturan.

Lanjut Nurjannah, Peraturan Rektor Universitas Muslim Indonesia, Nomor: 01 Tahun 2020, pasal 6 dengan tegas disebutkan ayat (3) bahwa Nama- nama calon yang telah mendapat persetujuan Rektor, selanjutnya mengikuti tahapan Phsycotest serta Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) yang dilaksanakan oleh Tim Penilai Universitas.

Ketiga asessment yang akan diikuti telah disosialisasikan kepada seluruh calon Dekan dari tiga Fakultas (Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian dan Fakultas Kesehatan Masyarakat) pada saat teknikal meeting sekaligus penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh calon Dekan, Pertemuan ini selain dihadiri Rektor, Ketua Panitia Pemilihan Tingkat Universitas juga hadir Ketua Panitia Pemilihan Tingkat fakultas. Termasuk Ketua Panitia Pemilihan Tingkat Fakultas (FKM), Dr.A. Surahman Batara.

Ketua Panitia Pemilihan Tingkat Universitas yang juga wakil Rektor I UMI, Dr Hanafi Ashad menyampaikan, assessment calon dekan, selain penjaringan bakal calon di tingkat Fakultas, juga seluruh calon akan mengikuti tahapan assessment Phsycotest serta Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) yang dilaksanakan oleh Tim Penilai Universitas.

Khusus Phsycotest, Rektor meminta kepada Panitia untuk melibatkan pihak ketiga, sehingga nilai akhir dari seluruh calon betul-betul objektif. Nilai dari akumulasi 4 assessment, termasuk penjaringan, maka siapun yang tertinggi nilai hasil akhirnya maka dia yang akan ditetapkan sebagai Dekan Terpilih.

Hal ini ditegaskan Ketua Panitia Pemilihan Tingkat Universitas dalam pertemuan tersebut yang kemudian dilanjutkan penandatanganan Pakta Integritas oleh masing-masing calon Dekan.

Dari akumulasi nilai para calon Dekan, khususnya Fakultas Kesehatan Masyarakat, calon dekan yang memiliki nilai tertinggi adalah Dr. Suharni. (ril)