UN Dihapus, Bagaimana Nasib Ujian Program Paket?

BONEPOS.COM, BONE - Pendidikan kesetaraan atau yang biasa disebut kelompok belajar (kejar) paket akan menjadikan penilaian rapor sebagai instrumen penyetaraan menyusul keputusan pemerintah meniadakan Ujian Nasional (UN) tahun ini.

Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Disdik Bone, Suryanto mengatakan, dengan ditiadakannya UN pada 2020, maka sesuai Surat Edaran Mendikbud, penyetaraan pendidikan kesetaraan lulusan program Paket A (setara SD), program Paket B (setara SMP), dan program Paket C (setara SMA) itu akan ditentukan kemudian.

"Proses penyetaraan akan ditentukan kemudian, sambil tetap menunggu informasi dari Kementerian berdasarkan Surat Edaran Kemendikbud," kata Suryanto dihubungi Bonepos.com, Kamis (2/3/2020).

Plt Kepala SKB Bone itu menambahkan, aturan terkait mekanisme pengganti UN untuk program kejar paket tersebut juga telah dibahas pada hasil notulensi video conference yang dilaksanakan pada Jumat (27/3/2020) Pukul 13.00 - 15.30 WIB oleh Narasumber Dr Samto (Kemendikbud RI).

Dalam Notulensi video Conference dijelaskan, menurut Surat Edaran Mendikbud No. 4 untuk proses penyetaraan program Paket A, program Paket B, dan program Paket C, harus ada ujian yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan (ujian sekolah), dengan catatan tidak boleh mengumpulkan banyak orang, lebih diutamakan secara online (daring) atau menggunakan nilai rapor kumulatif.

"Jadi disini ada dua cara penyetaraan yaitu, ujian yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan atau menggunakan nilai rapor kumulatif," ujar Suryanto.

Sebagaimana diketahui pada tahun sebelumnya, proses penyetaraan dilaksanakan oleh satuan pendidikan (PKBM/HS/SKB) yang sudah terakreditasi. (sug/ril)