Kasihan, Pasien ODP Covid-19 “Terlunta-lunta” di RSUD Tenriawaru Bone

BONEPOS.COM, BONE - Seorang warga Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang berprofesi sebagai sopir mobil kampas tiba-tiba mengalami lemas, sesak napas, dan batuk. Sehingga langsung dilarikan ke Puskesmas Watampone untuk berobat oleh seorang tukang becak.

Setelah sampai di Puskesmas Watampone, sopir tersebut langsung diperiksa oleh Dokter, dan saat itu kondisinya semakin memburuk. Alhasil, pasien ini terpaksa dirujuk ke RSUD Tenriawaru Bone.

Namun sayangnya, saat berada di RSUD Tenriawaru Bone, pasien tersebut diduga sempat ditolak karena mengalami gejala yang mirip Covid-19 sehingga diarahkan ke Rumah Sakit M. Yasin.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Bone, dr Yusuf Tolo membenarkan adanya pasien yang mengalami gejala lemas, sesak napas, dan batuk kemudian dirujuk langsung ke RSUD Tenriawaru.

Namun, Yusuf membantah kalau pihak RSUD Tenriawaru menolaknya karena ada gejala Covid-19.

"Sebenarnya tidak ditolak cuma kondisi rumah sakit tadi itu, IGD Rumah Sakit Tenriawaru padat dengan pasien lain, sehingga disarankan ke Rumah Sakit Yasin," dalih Yusuf.

Lanjut Yusuf berujar, pasien tersebut masih berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) bukan Pasien Dalam Perawatan (PDP).

"Statusya masih ODP yah bukan PDP, dan saat ini sudah ditangani di Rumah Sakit Yasin," tambahnya. (her/ril)