[Cek Fakta] Soal Video Menag Izinkan Masjid Gelar Salah Tarawih Saat Pandemi Covid-19

Gambar Tangkapan Layar Video Wawancara Menag Fachrul Razi

BONEPOS.COM - Informasi dalam bentuk video Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi yang mengizinkan masjid untuk melaksanakan salat tarawih dan buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona beredar di media sosial.

Informasi ini tersebar luas melalui pesan berantai di aplikasi pecakapan WhatsApp sejak 6 April 2020.

"Menteri Agama Fahrur Rozi mengizinkan masjid2 untuk melaksanakan sholat tarawih, buka puasa bersama dll di bulan Ramadhan tahun ini dengan tetap menjaga kebersihan dan kewaspadaan," isi caption dalam video tersebut.

Dalam video berdurasi 37 detik itu, Menag Fachrul Razi menyebut bahwa salat tarawih, buka puasa bersama tetap diadakan seperti biasa.

Penelusuran Fakta : 

Tim Cek Fakta Bonepos.com pun menelusuri kabar tentang Menteri Agama Fachrul Razi melalui saluran video Youtube.com dengan kata kunci "Wawancara Menteri Agama, corona".

Hasilnya, ditemukan video dengan judul "Ada Corona, Menag Pastikan Agenda Ramadan Berjalan Normal" dengan cover yang sama dengan video viral tersebut.

Video wawancara Menag Fachrul Razi itu diunggah akun YouTube BeritaSatu pada 13 Maret 2020 atau tiga minggu yang lalu. Video ini sudah ditonton lebih dari 9 ribu orang.

"Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau seluruh warga untuk menjaga kebersihan saat beribadah. Terkait ibadah di Bulan Ramadan, tetap berlangsung normal hingga ada perubahan resmi," isi deskripsi video di akun YouTube BeritaSatu.

Kesimpulan :

Video wawancara Menag Fachrul Razi yang viral melalui pesan WhatsApp dipastikan merupakan video, lama yang dipublikasikan pada 13 Maret 2020 lalu.

Update terkini, Senin (6/4/2020), Menag Fachrul Razi mengeluarkan surat edaran bagi masyarakat yang menjalankan ibadah ramadan di tengah pandemi Covid-19.

Surat edaran itu diteken Menteri Agama Fachrul Razi pada Senin (6/4/2020)

Berikut isi lengkap panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020:

1. Umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik berdasarkan ketentuan fikih ibadah.

2. Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road atau ifthar jama’i (buka puasa bersama).

3. Salat Tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah.

4. Tilawah atau tadarus Alquran dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Alquran.

5. Buka puasa bersama baik dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan.

6. Peringatan nuzulul quran dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan.

7. Tidak melakukan iktikaf di 10 (sepuluh) malam terakhir bulan Ramadan di masjid atau musala.

8. Pelaksanaan Salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjemaah, baik di masjid atau di lapangan ditiadakan, untuk itu diharapkan terbitnya Fatwa MUI menjelang waktunya.

Agar tidak melakukan kegiatan sebagai berikut:

1. Salat Tarawih keliling (tarling)

2. Takbiran keliling. Kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid/musala dengan menggunakan pengeras suara

3. Pesantren Kilat, kecuali melalui media elektronik.

4. Silaturahmi atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri, bisa dilakukan melalui media sosial dan video call atau conference.