Surat Cinta Inces; Makna Kesatria HJB 690 di Tengah Pandemi Covid-19 

BONEPOS.COM - HAND OVER Rini Adriyani Arifin

BONEPOS.COM, AUSTRALIA - Peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke 690 tahun, tidak hanya dirasakan warga Bone di Bumi Arung Palakka.

Melainkan, warga Bone di luar negeri, juga merasakan hangatnya peringatan HJB yang diperingati setiap 6 April.

Salah satunya, Rini Adriyani Arifin yang tengah berada di Sydney, Australia.

Perempuan kelahiran Watampone, 10 Oktober  1988 ini bercerita, baginya peringatan HJB adalah bentuk rasa cinta dan penghargaan kepada para leluhur yang telah memerdekakan kota tercinta, serta syukur kepada Ilahi.

Bone dikenal sebagai kota beradat, kota yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan dan norma-norma di masyarakat.

"Paseddi ati, maseddi ada, patettong aleta lao rialempurenge na adecengenge," jelas perempuan yang karib disapa Inces, kepada Bonepos.com, Senin (6/4/2020).

Dalam masa perang pandemi ini, kata Inces, masyarakat tengah diuji kesabarannya dalam menghadapi cobaan. Apa yang terjadi, menjadi momentum kesadaran dari diri sendiri untuk mulai dari hati. Menjaga diri dan keluaga.

"Hati yang sadar akan hal baik pasti akan mengupayakan diri sendiri dan orang lain untuk saling menjaga keselamatan diri," sambungnya.

Makanya, perempuan berparas manis ini bilang, momentum HJB sekaligus membangkitkan jiwa To Manurunge dalam diri.

"Resopa temmangingngi naletei pammase dewata. Hanya dengan doa, ikhtiar, kesungguhan, tulus ikhlas sehingga Allah memberikan rahmat-Nya. Saya sangat berharap dengan diperingatinya Hari Jadi Bone setiap tahunnya bukan hanya dijadikan simbol namun dijadikan motivasi untuk menjadi kesatria dalam diri. Memiliki hati yang bersih, bijaksana serta berkasih sayang kepada siapapun," kuncinya. (ril)