Tetap Beradat di Hari Jadi Bone ke 690 Tahun

Muhammad Ashri Samad

BONEPOS.COM, BONE - Kicauan burung dan embusan angin menemani saya berolahraga ringan di teras rumah, Senin (6/4/2020). Cuaca begitu bersahabat.

Satu, dua, tiga, deretan angka yang terucap sembari meregangkan otot-otot. Tak sadar, tanpa komando, keringat seakan-akan berlarian. Perlahan, baju kaos pun basah. Saya jamin, ini bukan karena hujan.

Puas berolahraga. Tangan begitu cepat mencari handphone. Kalah gesit dari kaki dalam mengantarkan masuk ke dapur untuk mengambil air minum.

Handphone di tangan. Waktunya berselancar di dunia maya. Media sosial ramai. "Banjir" ucapan Hari Jadi Bone (HJB) ke-690 tahun. Yang diperingati setiap 6 April.

HJB kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Yang penuh kegiatan, mulai di tingkat desa, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten.

Edisi ke-690 tahun, tanpa seremonial. Tapi kehangatan dan cinta masyarakat kepada Bone, tidak memudar. Bone tetap beradat

Di dunia nyata, perayaan bisa saja tak tampak dengan kasat mata. Berbanding terbalik di dunia maya. Melalui status dan cuitan di media sosial, masyarakat menaruh dan mengirimkan pesan pentingnya.

"Selamat Hari jadi Bone ke-690. Harapannya cuma satu, semoga Bone tetap bersih dari Covid-19, dan kehidupan akan kembali normal seperti semula," tulis akun Chuchu Phua Changghau pada laman Facebook.

Pengharapan warga Bone ini, agar Bumi Arung Palakka bersih dari Covid-19, bukan tanpa alasan. Sejak pandemi Covid-19, aktivitas manusia terbatas.

Imbauan tinggal di rumah pun gencar disosialisasikan. Sepi, sudah pasti. Namun percayalah, ujian kehidupan ini akan berlalu. Sampai kapan? Bersabarlah!

Jangan putus doa kepada Sang Pencipta. Hingga pada akhirnya, kita semua menyambut Hari Kemenangan itu tiba di depan mata. (*)