[CEK FAKTA] Benarkah Kalung Shut Out Bisa Cegah Virus Masuk ke Tubuh

BONEPOS.COM - INTERNET Kalung Virus Shut Out

BONEPOS.COM - Pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat orang berlomba-lomba menjaga kebersihan dan kesehatan. Berbagai cara pencegahan dilakukan agar tidak terpapar dengan virus mematikan itu.

Dalam sepekan ini misalnya, sebuah kalung antivirus yang bentuknya ID Card, ramai diperbincangkan warganet di media sosial, baik di Facebook maupun di grup pesan WhatsAPP.

Kalung virus yang bernama 'shut out' ini, berwarna biru muda dan disebut-sebut berasal dari Jepang, dan saat ini ramai diperjualbelikan melalaui situs daring.

Tak sedikit dari mereka yang menyebutkan bahwa kalung berbentuk ID Card berwarna biru muda itu disebut ampuh mengusir virus dari jarak 1-2 meter selama 30 hari, termasuk virus Corona.

Adapun cara pakainya, sebagaimana dalam iklan bahwa Virus Shut Out sebagai alat perlindungan antivirus dan antibakteri pribadi.

Cara kerjanya, produk tersebut akan melepaskan konsentrasi rendah klorin dioksida untuk menghilangkan kuman dan virus di udara sekitar dengan jarak 1-2 meter. Harga kalung anti virus ini, dibandrol dengan harga sekitar Rp 200 hingga 350 ribu.

Pemakaian kalung Virus Shut Out (BONEPOS.COM - INT)

Penelusuran Fakta :

Tim Cek Fakta Bonepos.com pun menelusuri asal muasal dari kalung "Shut Out" ini melalui mesin pencari Google Search Enggine dengan kata kunci "Virus Shut Out Product".

Hasilnya, fakta terkait kalung ini menjadi pembahasan dari United States Environmental Protection Agency (US EPA), dimana produk ini diklaim sebagai produk ilegal.

Produk Ini Dilarang Masuk di Amerika

US EPA menilai, keamanan dan kemanjurannya kalung tersebut terhadap virus belum dievaluasi. Selain itu, materi iklan online produk itu mengandung klaim yang menyesatkan tentang keamanan dan efektivitasnya.

EPA pun menolak masuknya ke produk ilegal, yang diimpor dari Jepang dan Hong Kong melalui pelabuhan A.S. di Honolulu dan Guam itu.

Selain itu, EPA telah menghubungi pihak Amazon untuk menghapus produk dari pasar online mereka. Amazon telah mengambil langkah tersebut.

"Sangat penting bahwa orang hanya menggunakan disinfektan terdaftar EPA dan mengikuti petunjuk label untuk penggunaan yang tepat," kata Administrator Regional EPA Pasifik Barat Daya John Busterud, dikutip dari situs EPA.

"EPA tidak akan mentolerir perusahaan yang menjual desinfektan ilegal dan membuat klaim kesehatan masyarakat yang salah atau menyesatkan selama krisis pandemi ini," terangnya.

Hongkong dan Vietnam Memblokir Produk ini

Hal serupa juga diberlakukan oleh pemerintah Thailand dan Vietnam, Mengutip Hong Kong Free Press (HKFP), Pemerintah di kedua negara itu telah menyita produk tersebut di pasaran.

Di Hong Kong pun produk tersebut sudah dilarang diperjual belikan di e-Bay dan Facebook. Hanya saja, produk tersebut masih dijual bebas di sana.

Sementara di Indonesia sendiri, produk tersebut juga terdapat di beberapa situs jual-beli online, bahkan dijajakan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram dan WhatsAPP.

Pendapat Ahli di Hongkong

Mengutip Hong Kong Free Press (HKFP), seorang doktor bidang virologi dan imunologi, Ariane Davison, mengatakan kkalau produk kalung berisi klorin dioksida itu 'menipu'.

Dia mengungkapkan bahwa produk itu tidak akan mampu melumpuhkan virus yang menyerang saluran pernapasan. Sebab, Virus Shut Out dikalungkan di leher dan berbahaya jika didekatkan pada wajah.

Menurut Davidson, bahan aktif klorin dioksida yang bisa membuat iritasi mata, mengganggu saluran pernapasan, hingga membakar kulit.

"Alat itu dipakai di sekitar leher, jauh dari mulut dan hidung yang menjadi jalan masuk virus COVID-19. Bahan aktif klorin dioksida itu sangat korosif," ungkap Davison.

Kesimpulan :

Kalung "Virus Shut Out" yang saat ini banyak beredar dan diperjual belikan di Indonesia itu faktanya tidak dapat mencegah penularan Virus Covid-19 (Tidak Benar/Hoaks).

Hingga saat ini, satu-satunya cara mencegah penularan virus yang belum ditemukan Vaksinnya itu berdasarkan anjuran pemerintah adalah mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer.

Selain itu, pemerintah juga menekankan kepada masyarakat sebisa mungkin tidak memegang wajah, jaga daya tahan tubuh, tetap diam di rumah selama pandemi, serta senantiasa mengenakan masker saat keluar rumah dan menerapkan physical distancing. (red/ril).