Kemenag Bone Bekali Tenaga Medis Penyelenggaraan Jenazah Covid-19, Begini Caranya

BONEPOS.COM, BONE - Kemenag Kabupaten Bone memberikan bekal kepada para tenaga medis tentang penyelenggaraan jenazah Covid-19.

Langkah ini sebagai bentuk antisipatif.

Pelatihan khusus Kemenag Bone kepada tim medis, menyasar masing-masing perwakilan rumah sakit, Selasa (7/4/2020).

Sekitar 10 peserta antusias mengikuti pembekalan penyelenggaraan jenazah itu.

Kakan Kemenag Bone Wahyuddin Hakim mengatakan, masyarakat perlu memahami, dalam pengurusan jenazah harus sesuai aturan protokol.

"Kita perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar memperhatikan Protokoler pengurusan jenazah Covid-19 dan Fatwa MUI nomor 18 Tahun 2020," jelas Wahyuddin yang didampingi Pelaksana Tugas Kasubag TU Ahmad Yani.

Menurutnya, dalam aturan Protokol Covid-19, pasien yang positif bila meninggal tidak boleh disentuh langsung dengan tangan.

Adapun teknis penyelenggaraan jenazah disampaikan Kepala KUA Kecamatan Tanete Riattang Abd. Wahid Arif, bersama Kepala KUA Kecamatan Tanete Riattang Barat, Abustang.

Abd Wahid memaparkan, pengurusan jenazah yang terpapar Covid-19, terutama dalam memandikan dan mengkafani harus tetap memperhatikan ketentuan syariat.

Begitupun dalam menyalatkan dan menguburkan dilakukan sebagaimana biasanya namun dengan tetap menjaga agar tidak terpapar Wabah Covid-19.

Ia menjelaskan, jika jenazah Covid-19 tidak memungkinkan untuk dimandikan maka dapat digantikan tayamum dengan cara mengusap wajah dan kedua tangan jenazah minimal sampai pergelangan tangan dengan debu.

Abd. Wahid melanjutkan bagaimana menyalatkan jenazah. Menurutnya, jika medis tidak bisa berniat dengan bahasa Arab, maka bisa menggunakan bahasa sendiri. (sug/ril)