Kopel Sebut Potensi Realokasi Angggaran di Sinjai untuk Covid-19 Bisa Tembus Segini

BONEPOS.COM, SINJAI - Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sinjai merilis hasil analisis anggaran yang berpotensi direalokasi untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Sinjai.

Ketua Divisi Advokasi Keuangan Daeraho Kopel Sinjai, Zulkarnain melalui rilis yang diterima Bonepos.com memaparkan, potensi realokasi belanja tersebut merupakan dampak dengan diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, Serta Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Diseas 2019.

Potensi realokasi belanja pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sinjai untuk percepatan penanganan Corona Virus Diseas 2019 (Covid-19) mencapai Rp24,5 miliar atau 1,84 persen dari total belanja daerah Kabupaten Sinjai yang besarnya Rp1,33 triliun.

Potensi realokasi terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung.

Potensi realokasi pada belanja tidak langsung meliputi belanja rapat-rapat dan koordinasi keluar dan belanja tidak terduga. Sementara untuk belanja langsung terdiri dari belanja Bimtek, workshop, dan pelatihan-pelatihan.

Realokasi anggaran pada belanja rutin pada kegiatan-kegiatan yang dimaksud berkorelasi dengan terbitnya PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Diseas 2019. Di mana dengan tegas dalam Pasal 4 mengatur peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

Kopel mendesak agar realokasi anggaran dikelola secara transparan dan akuntabel serta digunakan dengan tepat sasaran untuk keperluan penanganan Covid-19. (ril)