[CEK FAKTA] Ajakan Berhenti Total Tiga Hari Serempak se-Indonesia Mulai 10 April

BONEPOS.COM - ADS GRAFIS Ilustrasi

BONEPOS.COM - Informasi dalam bentuk poster digital (flyer) yang mengkampanyekan ajakan untuk berdiam diri di rumah di tengah pandemi virus corona beredar luas di masyarakat.

Poster digital ini tersebar luas melalui pesan berantai di beberapa WhatsApp Grup (WAG) sejak 4 April 2020 kemarin.

Dalam poster itu, tertulis ajakan yang berisikan informasi mengenai virus Corona tidak bisa pindah kecuali dipindahkan.

Selain itu, jika dalam 24 jam tidak dipindahkan, virus mati sendiri. Pelaksanaannya mulai tanggal 10 sampai 12 April 2020.

Tak jarang banyak pemilik aplikasi Wa menjadikan brosur digital tersebut sebagai story WA atau status.

Di beberapa media sosial seperti Facebook dan instagram juga tersebar poster terkait ajakan untuk berhenti total selama tiga hari itu.

 Penelusuran Fakta :

Tim Cek Fakta Bonepos.com pun menelusuri kebenaran kampanye lewat medsot tersebut melalui mesin pencari (Google Search Enggine), dengan kata kunci "Ajakan Berhenti Total Tiga Hari".

Alhasil, tim menemukan adanya pernyataan dari Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto yang dilansir prfmnews, Selasa (7/4/2020) lalu.

Yuri memastikan bahwa pemerintah pusat tidak pernah mengeluarkan pernyataan apalagi poster terkait ajakan berhenti total tiga hari tersebut dan memastikan hal itu adalah hoaks.

"Itu hoaks," sebut Yuri melalui pesan singkat kepada prfmnews.

Hal yang sama diungkapkan oleh praktisi klinis, Prof Ari Fahrial Syam, informasi yang disampaikan tersebut adalah hoaks

Menurut Dekan FK UI ini, kalau di dalam tubuh masih ada virus, tidak ke mana-mana hanya dalam tiga hari tidak akan membantu.

Virus tersebut lanjut Dia, masih bisa menularkan ke orang lain meski masa tiga hari telah lewat. Karena itu, menurut Prof Ari, tidak ada jaminan selama tiga hari virus bisa hilang.

Ia mengungkapkan informasi tersebut menyesatkan bila banyak masyarakat yang memercayainya. Bahkan, ia pun tidak mengerti maksud dalam flyer tersebut.

"Saya juga tidak mengerti maksud tidak dipindahkan dalam 24 jam akan mati," Kata Prof Ari yang dikutip dari Republika.co.id, Rabu (8/4/2020).

Kesimpulan :

Dapat disimpulkan, bahwa poster ajakan "Ayo kompak Lawan Virus Serempak Se-Indonesia Berhenti Total Tiga Hari" itu dipastikan tidak benar adanya alias hoaks.

Hingga saat ini, satu-satunya cara untuk mencegah penularan virus yang belum ditemukan Vaksinnya itu berdasarkan anjuran pemerintah adalah mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer.

Selain itu, pemerintah juga menekankan kepada masyarakat sebisa mungkin tidak memegang wajah, jaga daya tahan tubuh, tetap diam di rumah selama pandemi, serta senantiasa mengenakan masker saat keluar rumah dan menerapkan physical distancing. (red/ril).