Pariwisata di Hantam Corona, Apa Kabar Kondisi Tiket.com?

BONEPOS.COM - Sejak dihantam wabah Covid-19, industri pariwisata tak terkecuali semua kelompok usaha di dalamnya, termasuk online travel agent (OTA) mengalami penurunan drastis, Tiket.com misalnya mengungkapkan bawah penjualan perusahaan menurun hingga 75 persen.

Chief Marketing Officer & Co Founder Tiket.com Gaery Undarsa, melalui konferensi pers virtual yang digelar pada Senin, 13 April, menceritakan nasib perusahaannya setelah wabah corona menyerang ratusan negara. Mula-mula, Gaery mengatakan bahwa penjualan perseroan menurun hingga 75 persen.

"Penurunan paling banyak tercatat untuk tiket pesawat. Selanjutnya hotel," kata Gaery.

"Omset per hari belum sampai nol saja sudah bersyukur sih," lanjutnya..

Penjualan tiket pesawat paling terdampak, diikuti oleh pemesanan hotel. Namun, penjualan tiket pesawat juga masih jadi sumber pendapatan biro perjalanan itu di tengah krisis virus corona.

"Penerbangan masih menyumbang transaksi paling besar karena saat ini masih ada orang yang butuh melakukan perjalanan, seperti untuk keperluan medis dan pemerintah," tuturnya.

Namun ia meyakini badai yang menimpa industri wisata pasti akan berlalu. Segala hantaman yang dirasakan oleh biro perjalanan ini akan sampai di titik ujung.
"Jadi tak apa, yang penting bahasa kita survival mode nih, supaya kita bisa bertahan," ujar Gaery.

Salah satunya adalah mempertahankan semua karyawan. Gaery menuturkan hingga saat ini semua masih normal, termasuk soal gaji.

"Tidak ada lay off, tidak ada pemotongan gaji, kita tahu aset kita adalah people, tim kita," kata dia. Sebagai gantinya, tiket.com memilih alternatif untuk memotong pengeluaran dari sisi marketing hingga 90 persen.

Fokus bisnis pun berubah, dari mendorong orang-orang untuk berwisata menjadi menangani segala permintaan konsumen yang ingin membatalkan perjalanan. Gaery mengatakan, kenaikan permintaan pembatalan perjalanan naik antara 7-10 kali lipat. Mereka pun mengerahkan personel tambahan untuk melayani permintaan ini.

Saat ini, tiket.com sudah menyiapkan skenario bila dampak COVID-19 masih akan terasa hingga berbulan-bulan lamanya.
"Kami sudah ada prepare plan multiple scenario, baik 1 bulan, 3 bulan, hingga 1 tahun."

Pihaknya akan belajar dari cara China kembali bangkit dari pandemi. Gaery juga optimistis situasi ini akan berakhir dan ekosistem pariwisata kembali pulih. Ia mengakui sudah menyusun asumsi pemulihan seandainya persebaran virus corona berhasil dimampatkan.