Pengamat : ‘Daripada Gak Guna Stafsus Milenial Dibubarkan Saja…’

Stafsus dan Presiden di Istana Negara

BONEPOS.COM - Stafsus Milenial menjadi kontroversi, kehadiran Stafsus yang posisinya melekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan angin segar bagi rakyat Indonesia, dimana harapan majunya negara oleh anak muda sangat ditunggu.

Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Milenial yang dipilih Jokowi dinilai berlaku di luar kontrol hingga diduga melakukan konflik kepentingan dan maladministrasi.

Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai, stafsus milenial Presiden Jokowi lebih baik dibubarkan saja.

Ujang mengatakan, sejak awal Stafsus Milenial Presiden dinilai kurang berkontribusi kepada permasalahan negara ditambah blunder yang dilakukan oleh Andi Taufan Garuda Putra yang disoroti karena mengirim surat ke tiap camat meski surat tersebut sudah ditarik.

Dikutip dari Merdeka.com "Ya (lebih baik dibubarkan saja oleh Presiden). Sebenarnya saya sudah sejak lama mengusulkan agar stafsus milenial itu dibubarkan," kata Ujang melalui pesan singkatnya, Selasa (14/04/2020).

Ia juga menambahkan kalau Stafsus milenial Presiden Jokowi tersebut hanya menjadi pajangan saja dan minim berkontribusi untuk Presiden.

"Ya (Stafsus Milenial) tersebut hanya sebagai asesoris saja," tambahnya.

Ujang memaparkan sangat disayangkan bila stafsus milenial yang sudah dibayar mahal oleh negara namun berkontribusi sangat minim.

Menurutnya, bila stafsus milenial dibubarkan itu bisa menambah biaya untuk penanganan wabah virus corona yang semakin hari semakin merebak.

"Gaji stafsus milenial lebih baik dialihkan dan digeser untuk penanganan melawan Covid-19 yang makin hari makin benyak menelan korban," paparnya.

Beberapa waktu lalu, Stafsus Milenial sempat menjadi perbincangan hangat masyarakat karena dinilai minim berkontribusi untuk membantu Presiden Jokowi dalam penanganan wabah virus corona.

Hal tersebut diperkuat pula dengan kontroversi yang dibuat oleh Andi Taufan Garuda Putra yang mengirim surat kepada setiap camat untuk "menitipkan" perusahaannya walaupun surat tersebut sudah ditarik.