Bisa Menjadi Kartini Di Era Millenial, Begini Kata Mas Ati

BONEPOS.COM, SINJAI - Setiap 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini. Bagaimana sepatutnya memaknai peringatan tersebut di era milenial?

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Kabupaten Sinjai, Mas Ati berbagi pandangan.

Kepada Bonepos.com, Mas Ati mengemukakan, Peringatan Hari Kartini bukan seremoni belaka. Akan tetapi memberikan makna yang sangat menginspirasi kaum perempuan untuk terus berjuang.

Mengibarkan api semangat untuk semakin maju. Dimana pada zamanya dikenal dengan sosok modern sehingga pantas dan wajar kiranya semua generasi muda untuk harus tau nilai juangnya.

"Riwayatnya untuk kemudian hari ini, esok dan seterusnya menjadi pelopor sejati. Tidak ada kata berhenti belajar," jelas Mas Ati, kepada Bonepos.com, Selasa (21/4/2020).

"Saat ini kita bergelut dengan era milenial dan kaum perempuan harus bergerak maju. Dan tidak lupa akan kodratnya, wajib tahu dampak positif dan negatifnya dari era yg sudah serba berbasis IT sehingga perempuan-perempuan Sinjai menjađi semakin berkualitas, berdaya saing, dan dapat mendidik generasi penerus perjuangan sesuai zamannya," sambungnya.

Hari Kartini, kata Mas Ati juga dpt menjadi momen bagi kaum laki-laki untuk bersama kaum perempuan untuk mengampanyekan kesetaraan gender sehingga tidak ada yang bias gender.

Tidak terjadi ketidakadilan dan diskriminasi dalam hidup dan kehidupan.

"Ayo pastikan perempuan, anak, dan keluarga terhindar dari Covid-19. Mari bersatu lawan Covid-19, gelorakan gerakan berjarak," tandasnya. (ril)