Meninggal Karena Kelaparan, Yuli Warga Miskin yang Terdampak KLB Corona – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Meninggal Karena Kelaparan, Yuli Warga Miskin yang Terdampak KLB Corona

  • Bagikan

BONEPOS.COM – BANTEN – Seorang warga di Kelurahan Lontarbaru, Kota Serang, Banten, akhirnya meninggal dunia setelah dua hari menahan lapar.

Ibu Yuli (YNA) merupakan warga yang terdampak karena KLB corona. Yuli (42) bersama suami Kholid (49) dan empat anaknya selama ini hanya bergantung dari penghasilan suami sebagai pengangkut sampah.

Namun sejak KLB diberlakukan Yuli dan keluarga menjadi tidak berpenghasilan, dan terpaksa harus menahan lapar selama dua hari hanya dengan minum air putih.

Saat masih hidup 3 hari lalu, Yuli menuturkan sang suami awalnya bekerja serabutan dengan penghasilan Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per hari.

“Sekarang suami diajak temannya mengangkut sampah dari perumahan,” ungkap Yuli sambil meneteskan air mata.

Baca Juga  Tatap New Normal, Pemuda Kajuara Pilih Lakukan Hal Ini

Wabah virus corona covid-19 membuat perekonomian keluarga Yuli semakin terpuruk. Suami yang biasanya berpenghasilan setiap hari, kini hanya bisa memberi uang dua hari sekali.

Akibatnya, Yuli dan empat anaknya harus kuat selama dua hari hanya meminum air putih untuk menahan lapar.

Sambil terus meneteskan air mata, Yuli mengisahkan perjalanan hidupnya yang terus dilanda kesulitan. Sampai-sampai, satu anaknya yang perempuan harus putus sekolah karena tidak punya biaya.“Satu (lulus) sampai SMP saja, yang satunya SMP kelas dua berhenti (tak ada biaya),” ucapnya.

Yuli mengaku, selama anaknya bersekolah, dia terus-terus menjadi korban ledekan dan bullying karena berasal dari keluarga miskin.

Baca Juga  Dampak Banjir, PLN Padamkan 70 Gardu di Jeneponto dan Bantaeng

“Namanya orang tidak mampu,” ungkapnya.

Namun, Senin kemarin Yuli meninggal dunia pukul 15.00 WIB.

Suami Yuli, Kholid menjelaskan pagi hari sebelumnya istrinya masih sempat berbincang di rumah. Kholid tak melihat ada tanda-tanda sakit di raut muka istrinya.

Sampai pukul 13.00 WIB, Yuli masih seperti biasa berinteraksi dengan empat anaknya sambil merapihkan bantuan dari masyarakat.

Namun sekitar pukul 14.00 WIB, ia mendapatkan kabar dari sang anak bahwa istrinya pingsan.

“Pingsan dibawa ke puskesmas pukul 15.00 tapi ya itu puskesmas bilangnya sudah tidak ada (meninggal),” katanya kepada awak media di kediamannya, Senin 20 April 2020.

  • Bagikan