[CEK FAKTA] Soal Santri Ponpes Al-Fatah Jatim Asal Bone Positif Covid-19

BONEPOS.COM, BONE - Warganet pengguna media sosial Facebook ramai memperdebatkan masalah status seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur asal Kabupaten Bone yang dinyatakan positif Covid-19. Jumat (24/4/2020).

Perdebatan ini mencuat setelah muncul video Ustadz Iswandi yang menyatakan santri tersebut negatif Covid-19. Dimana dalam video itu meperdengarkan suara dari santri yang dinyatakan positif tersebut yang menyatakan dirinya negatif Covid-19.

"Saya menyatakan berita itu hoaks, saya negatif Covid-19, kondisi saya sehat-sehat saja (Santri-red). Jadi alhamdulillah saya baru bicara dengan beliau hasilnya negatif, sehat-sehat saja," ungkap Iswandi dalam video.

Keabsahan dari pernyataan negatif Covid-19 tersebut jadi pertanyaan warganet, lantaran sebelumnya juru bicara Satgas Percepatan dan Pencegahan Covid-19 (PPC-19) Kabupaten Bone, drg Yusuf Tolo telah mengumumkan kalau santri asal Desa Lamuru, Tellu Siattinge, Bone itu, positif Covid-19.

Penelusuran Fakta :

Tim Cek Fakta Bonepos.com pun menelusuri kebenaran dari informasi tersebut melalui Juru Bicara Satgas Percepatan dan Pencegahan Covid-19 (PPC-19) Kabupaten Bone, drg Yusuf Tolo.

"Dengan adanya status warga kita yang sementara diisolasi di Swiss Bell Hotel Makassar, bagian data yang terpusat di Dinas Kesehatan, yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19. Sekarang ini informasi data hasil pemeriksaan SWAB satu pintu saja yakni di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dan data yang kami terima itu statusnya Positif," kata Yusuf.

Penjelasan Drg Yusuf Tolo - Selengkapnya Lihat di Channel Youtube Bonepos.com [Klik Disini]

Lebih jauh, dijelaskan Yusuf, bahwa pemeriksaan terhadap santri asal Bone itu dilakukan dengan dua alat, yang pertama adalah Rapid Test dan tes laboratorium dengan SWAB.

"Rapid Testnya Positif, kemudian diambil sampel untuk tes SWAB-nya dan hasilnya juga positif Covid-19 dan itu hasilnya keluar tadi (Jumat)," tegasnya.

Sementara itu terkait 3 orang santri asal Bone lainnya yang sudah tiba di Bone dan menjalani isolasi mandiri, hasil rapid tesnya dinyatakan negatif.

"Yang tiga lainnya diisolasi mandiri, hasilnya setelah 2 kali dilakukan rapid test itu, negatif. Namun tetap kami akan melakukan tes swab untuk memastikannya lagi," ujarnya.

Penelusuran Melalui Media Daring :

Penelusuran yang dilakukan Bonepos.com tidak hanya dilakukan melalui pihak yang berwenang saja dalam hal ini Gugus Tugas PPC-19, melainkan juga dilakukan melalui pemeberitaan media daring dengan kata kunci "Santri Ponpes Al-Fatah, Covid-19" untuk mencari jejak digital soal pesantren Al-Fatah ini.

Alhasil ditemukan 2 berita dari media daring mainstream yakni Detik.com dan Tempo.co.id. Kedua media daring ini memuat berita terkait santri Al-Fatah yang terpapar Covid-19 dan hasil ravid test 16 santri di Sulsel dinyatakan positif Covid-19.

"Rapid Test di Sulsel, 16 Santri Ponpes Al-Fatah Jatim Positif Corona" Demikian judul yang dimuat di detik.com. Dalam berita tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel memberikan pernyataan terkait hasil pemeriksaan 330 santri Ponpes Al-Fatah, 16 orang diantaranya dinyatakan positif.

Berita tersebut dimuat pada Senin, 20 Apr 2020, dimana dua hari setelah kedatangan para santri ini di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Sementara itu, di media Tempo.co.id, merilis berita dengan judul "43 Santri Temboro Magetan Positif Covid-19 Tak Sempat Rapid Test" yang dimuat pada Senin, 20 April 2020.

Dalam berita itu Bupati Magetan Suprawoto mengatakan bahwa 43 santri asal Malaysia yang positif Covid-19 merupakan rombongan 200 santri yang pulang ke negaranya beberapa waktu lalu.

Dia menyebut, setelah dilakukan pendataan, masih ada 227 santri asal Negeri Jiran yang masih berada di pesantren tersebut.

Kesimpulan :

Sejauh ini terkait status positif Covid-19 santri Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur asal Kabupaten Bone itu adalah benar adanya sebagaimana penjelasan dari Juru Bicara Satgas Percepatan dan Pencegahan Covid-19 (PPC-19) Kabupaten Bone, drg Yusuf Tolo (her/ril).