Diduga Melecehkan, Warga Bengo Bone Sebut Khilaf di Depan Satpol PP  – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Diduga Melecehkan, Warga Bengo Bone Sebut Khilaf di Depan Satpol PP 

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BONE – Salah seorang Netizen dijemput pihak Penegak Perda dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Bone. Lantaran diduga telah melakukan penghinaan kepada Istitusi Satpol PP, Minggu (26/4/2020).

Pemilik akun facebok Caesar Yakuza diketahui bernama Rusdan, warga Dusun Gemmi, Desa Bengo, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone.

Rusdan dijemput pihak Satpol PP Kabupaten Bone karena diduga telah melecehkan Satpol PP di media sosial (medsos), Facebok. Rusdan berkomentar di salah satu postingan dengan menuliskan, “Dasar polisi palsu bgt memang makin ketat alasanx blg demi putus rantai virus itu alasanji krn memang senang klo tdk sholat tarwi krn memang takut masuk d mesjid. Semoga yg senang dan mendukung mesjid d tutup semoga aja dia bisa bahagia dunia akhirat,” tulis Caesar Yakuza.

Baca Juga  Niat Beli Tabung Gas, Pria di Cenrana Remas Payudara Gadis 15 Tahun

Institusi Pemerintah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bone merasa keberatan atas postingan tersebut dan sontak membuat personel Satpol PP Bone, geram. Tak ayal, Rusdan dijemput untuk memberikan klarifikasi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Rusdan saat dimintai keterangannya di hadapan Penyidik Pegawai Negeri Sipil, Satpol-PP Kabupaten Bone, A. Saharifuddin mengakui, kalau dirinya khilaf. Lantaran telah mencemarkan nama baik Instansi Satpol PP sehingga langsung meminta maaf.

Baca Juga  Akmal Pasluddin Edukasi Warga Bone Soal Pancasila, Bonus Suplemen Obat Kuat

“Setelah saudara Rusdan meminta maaf kami pun memakluminya karena dia tidak tau ada undang-undang ITE yang bisa menjeratnya ketika melakukan hal demikian,” sebut Saharifuddin.

Kasatpol PP Bone Andi Akbar yang dikonfirmasi membenarkan pemanggilan tersebut. Yang bersangkutan telah mengakui kesalahannya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Andi Akbar mengimbau kepada masyarakat di tengah pandemi untuk tetap bijak bermedia sosial, bukan malah membuat postingan-postingan yang dapat membuat orang lain tersinggung dan terprovokasi. (her/ril)

Temukan Kami:
  • Bagikan