Kelamaan PSBB Orang Rentan Alami Gangguan ‘Cabin Fever’

BONEPOS.COM - Istilah 'cabin fever' tengah diperbicangkan, istilah ini digunakan pada seseorang yang mengalami gangguan psikologis karena terlalu lama di dalam rumah dalam jangka panjang.

Menurut psikolog klinis dewasa Catharina Sri Indah Gunarti, M.Psi., cabin fever merupakan suatu kondisi ketika seseorang sudah mulai merasa jenuh dan bosan karena harus terisolasi sendiri seperti sekarang ini. Bekerja dari rumah, berinteraksi dengan orang lain hanya melalui virtual, dan bahkan belanja dari rumah.

"Ada beberapa orang yang mungkin orang perantauan mereka harus tinggal sendiri, entah di kosannya atau di kontrakannya. Mereka tidak bisa bersama dengan keluarga atau enggak bisa ketemu teman. Akhirnya munculah suatu gejala ini yang dinamakan dengan cabin fever," ujar psikolog yang akrab disapa Indah dikutip dari Indozone, Senin (27/4/2020).

Lebih lanjut Indah menjelaskan, secara psikiatri atau diagnosis klinis sebenarnya cabin fever tidak ada di dalam panduan. Cabin fever lebih mengarah ke gejala yang muncul ketika seseorang sudah terisolasi terlalu lama sendiri.

Gejala yang biasanya muncul adalah merasa bosan, gelisah, motivasi menurun,

keinginan untuk menangis, sulit tidur, hilang konsentrasi, tubuh terasa lelah, serta mengalami masalah emosi seperti lebih sensitif, mudah tersinggung, dan mudah putus asa.

"Di tahap yang lebih ekstrem, ada yang sampai enggak percaya sama orang sekitarnya. Jadi enggak mau berinteraksi sama orang lain," kata Indah.

Cabin fever tak hanya terjadi pada orang-orang yang tinggal sendiri. Mereka yang tinggal bersama dengan keluarga atau orang lain juga bisa mengalaminya. Mengapa demikian?

"Memang cabin fever rentan terjadi pada orang-orang yang tinggal sendiri. Tapi bisa juga dialami oleh mereka yang tinggal dalam satu rumah dengan orang lain tapi ruangan di rumahnya enggak banyak. Jadi 24 jam bersama terus," pungkas Indah.