[CEK FAKTA] Jenazah ABK Indonesia di Kapal Berbendera China “Dibuang” ke Laut

Foto: sumber MBC/screengrab from YouTube

BONEPOS.COM, JAKARTA - Publik dunia maya, heboh. Hal itu terjadi usai sebuah video menunjukkan pelarungan jenazah anak buah kapal (ABK) yang merupakan WNI ke laut, viral di media sosial.

Berikut deretan fakta-fakta hasil rangkuman sementara Bonepos.com terkait ulasan pemberitaan terkait hal itu.

1. Dari laman detikcom, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha membenarkan adanya peristiwa pelarungan tersebut.

2. Judha mengatakan, ada 3 jenazah WNI dilarungkan ke laut.

3. Pelarungan jenazah ABK WNI ke laut lantaran kematiannya disebabkan penyakit menular. Kematian 3 ABK WNI, kata Judha, terjadi pada Desember 2019 dan Maret 2020.

4. Aksi pelarungan ini, berlangsung pada kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604. Dan kematian 3 ABK WNI saat kapal sedang berlayar di perairan Samudera Pasifik.

5. Dilansir dari TEMPO.CO, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui Juru Bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah membenarkan jika ada 4 ABK Indonesia meninggal dunia yang bekerja di kapal berbendera Cina. 3 meninggal dunia di laut dan 1 di rumah sakit di Korea Selatan.

6. Dijelaskan Faizasyah, jenazah ABK tersebut bukan "dibuang". Melainkan 'pelarungan jenazah' (burial at sea) dan ILO Seafarer’s Service Regulation telah mengatur prosedurnya.

7. Dari laman kompas.tv disampaikan, Media MBC Korea Selatan memberitakan kasus pelanggaran HAM terhadap ABK WNI di kapal ikan berbendera China. Video itu kemudian dirilis di YouTube melalui kanal MBC bertajuk "Eksklusif, 18 jam sehari kerja. Jika jatuh sakit dan meninggal, lempar ke laut". (bs)