Covid-19 di Sperma, Pesan Dokter Pakai Kondom

Foto: ilustrasi berhubungan seks/Shutterstock

BONEPOS.COM, BONE - Pada studi terbaru mendeteksi adanya virus Corona (Covid-19) di dalam air mani atau sperma lelaki yang positif terinfeksi Covid-19.

Meskipun masih belum diketahui dapat menular melalui hubungan seksual, namun dokter menyarankan agar tidak melakukan hubungan seks sementara waktu atau memakai kondom sebagai bentuk pencegahan.

"Banyak pertanyaan yang belum terjawab ya. Kita harus preventif tentu dengan pakai kondom minimal walaupun tidak 100 persen dan abstinent atau tidak melakukan kontak seksual," jelas dokter spesialis kulit dan kelamin Anthony Handoko kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (9/5/2020).

Hubungan seksual yang perlu dihindari tersebut termasuk oral seks. Lantaran virus Corona juga ditemukan di saliva atau air liur.

Pesan dari Anthony itu sesuai dengan anjuran dari penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis JAMA Network Open.

"Puasa seks atau penggunaan kondom dapat dianggap sebagai sarana pencegahan untuk pasien ini," tulis pada penelitian tersebut.

Anthony menyampaikan, penelitian terbaru di China membuktikan, terdapat virus Corona pada sperma pasien Covid-19 dan orang yang sudah dinyatakan sembuh.

"Jadi, kesimpulannya memang sperma ditemukan pada orang yang sudah terinfeksi dan sudah sembuh. Tapi, pertanyaan lanjutan seperti apakah menularkan secara seksual, itu belum terjawab," beber Anthony.

Anthony bilang, penelitian ini tidak menganalisis penularan atau transmisi virus Corona melalui hubungan seksual. Perlu penelitian lanjutan untuk mengetahui berapa lama virus dapat hidup di sperma dan apakah virus dapat berpindah ketika sperma berpindah ke tubuh orang lain.

Sejauh ini transmisi virus Corona yang sudah terbukti adalah melalui cairan di dalam saluran pernapasan seperti droplet saat bersin.

"Belum bisa dikategorikan itu (Covid-19) sebagai sexually transmitted disease (menular secara seksual) karena belum diketahui cara penularannya apakah genital ke genital," jelas Anthony yang merupakan Direktur Klinik Kulit dan Kelamin Pramudia.

Di sisi lain, Anthony menyoroti penelitian ini menggunakan sampel yang kecil yakni 38 pasien Covid-19. Pada penelitian tersebut ditemukan sperma pada orang yang terinfeksi dan orang yang sudah dinyatakan sembuh.

Dengan kondisi demikian, penting untuk dipahami dan menjalankan protokol kesehatan. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Benar kan? (ptj/dea/ril)