Keluarga Pelaku Prank Minta Maaf, Harap Diselesaikan Kekeluargaan

BONEPOS.COM, BONE - Keluarga pelaku prank di dua Rumah Sakit di Bone meminta maaf kepada para petugas medis dan masyarakat atas perbuatannya yang telah membuat kepanikan. Lantaran berpura-pura sakit dan terpapar virus Corona (Covid-19).

Hal tersebut dikatakan Hidayat, keluarga AR saat ditemui di halaman Polres Bone Minggu malam (10/5/2020).

Kata Hidayat atau yang lebih akrab disapa Deng Haya mengatakan, apa yang dilakukan AR memang sangat disayangkan dan sama sekali tidak disenangi oleh pihak keluarga karena membuat masyarakat Bone panik apalagi di tengah suasana pandemi Covid-19.

"Apa yang dilakukan oleh keluarga ini kami memang sangat tidak merespons dan tidak membenarkan perbuatannya, tapi yang namanya keluarga tetap ada perasaan empati yang timbul dari dalam," ujar Deng Haya.

Lanjut Deng Haya menuturkan, semoga atas kejadian ini AR bisa mendapatkan efek jera atas perbuatannya dan bisa sadar, dan pihak rumah sakit agar bisa menyelesaikan ini dengan cara kekeluargaan.

"Makanya tujuan saya ke sini untuk meminta maaf kepada petugas medis dan seluruh masyarakat Bone atas apa yang dilakukan oleh keluarga kami. Kepada pihak rumah sakit, kami berharap agar persoalan ini tidak berlanjut ke ranah hukum," tambahnya.

Selain itu, Deng Haya melanjutkan, AR ini memang masih labil dalam kesehariannya, ditambah dengan pergaulannya yang juga tidak diketahui seperti apa, sementara orang tuanya tidak disini. Melainkan di Sorong.

"Anak ini pernah ke orang tuanya tapi belum sebulan dia kembali lagi ke sini, tapi semoga dengan adanya kasus ini ada hikmah yang bisa diambil, dan khususnya untuk pihak rumah sakit agar bisa memaafkan keluarga kami, apalagi ini bulan Ramadan bulan yang penuh pengampunan," harapnya.

Saat ini, keempat pelaku masih berada di Polres Bone untuk diproses hukum lebih lanjut setelah pihak RSUD Bone melaporkan kasus tersebut secara resmi. (her/ril)