[CEK FAKTA] Soal Kabar Pemerintah akan Terapkan Herd Immunity, Begini Faktanya

BONEPOS.COM - Beredar pesan berantai di media sosial soal dugaan pemerintah Indonesia akan menerapkan herd immunity terkait pandemi corona atau Covid-19. Kamis, (21/5/2020).

Dugaan ini didasari dengan adanya selentingan kabar terkait pelaksanaan Lockdown dan PSBB yang diterapkan pemerintah tidak berhasil dan pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta warga untuk hidup berdamai dengan virus Corona.

Dalam pesan berantai yang beredar di grup WhatsApp dan Facebook itu juga menjelaskan gambaran terkait dampak positif negatif dari penerapan herd immunity

Salah satunya menjelaskan bahwa Herd Immunity, adalah menyerahkan rakyat pada seleksi alam, yang berimmun kuat bertahan kemudian immun yang lemah meninggal dengan sendirinya.

Berikut isi pesan berantai tersebut :

Denger² karena Lockdown dan PSBB ngga berhasil dilakukan di Indonesia maka bakalan kearah Herd Imunity.
Setelah Idul Fitri Pemerintah tidak akan update jumlah yang tekena Covid. Saat ini yang terdeteksi 18 rban hampir 19rban. Kemungkinan dalam waktu dekat akan diberlakukan
Herd Immunity, artinya _menyerahkan rakyat pada seleksi alam ; yang kuat bertahan kemudian immun, yang lemah meninggal dengan sendirinya.

Dalam bahasa Jawa, Herd Immumity bisa diartikan :
Urip karepmu, Mati karepmu.

Sedikit sharing tentang

Herd imunity

Dilansir dari aljazeera (20/3/2020) Herd Imunity/HI mengacu pada situasi dimana cukup bnyak orang dlm satu populasi yg memiliki kekebalan terhadap infeksi sehingga dpt secara efektif menghentikan penyebaran penyakit tsb.

Nah caranya itu ada 2 :

1. Dengan vaksin (belum ada vaksin covid).
2. Dengan membiarkan 70% populasi terinfeksi virus sehingga akan mendapatkan kekebalan antibodi secara alami.

Sambil menunggu vaksin, ngga mungkin dlm waktu dekat (paling cepet 1 thn).
Maka pilihan HI ini adalah dgn cara menginfeksi penduduk secara langsung.

Dari kemungkinan infeksi ini hanya 2 hal yg akan terjadi :
1. Bertahan hidup(kebal terhadap penyakit)
2. Meninggal bagi yg tidak kuat.

Herd Imunity yg pelan² akan dilakukan (meski nantinya ngga akan dibilang Herd Imunity secara langsung) tapi kita akan mulai merasakannya (yg sadar paham betul arahnya HI, yg ngga sadar akan mengira covid sudah selesai padahal blom)

Herd imunity ala +62

1. Pelan² toko, mall, transportasi dibuka walau dgn protokol kebersihan/kesehatan yg tinggi
2. Pelan² sekolah mulai dibuka
3. Pelan² kantor dan aktifitas massal mulai diperbolehkan aktif kembali

Dampak negatif dan positif dari HI

Negatif:
1. Akan kehilangan penduduk hampir separuh juta jiwa.
2. Kematian massal.
3. Rumah sakit akan super kewalahan

Positif:
1. Pandemi akan cepat berakhir.
2. Akan terbentuk manusia baru yg lebih kebal, beradaptasi dgn penyakit baru.
3. Perekonomian tdk terhambat perkembangannya.

manusia yg kuat, dengan gaya hidup yg bagus, daya tahan tubuh yg baik Maka akan kebal dengan penyakit covid ini.
Sebaliknya. Manusia yg tidak punya sistem kekebalan tubuh baik dgn faktor resiko penyakit penyerta maka akan tereliminasi/meninggal.

Agar bisa bertahan menjadi salah satu bagian HI :

1. Ubah gaya hidup. Mulai bersih, berolahraga, makan sehat, minum vitamin.
2. Ubah lingkungan menjdi hidup sehat. Pakai masker, hindari kerumunan, sering cuci tangan pake sabun/hand sanitizer, dan juga menjaga lingkungan kita.

Umat manusia akan berevolusi, mengalami seleksi alam.

Harus ada yang dikorbankan...semoga tidak banyak.

Lantas benarkah kabar tersebut ?

Penelusuran Fakta :

Tim Cek Fakta Bonepos.com pun menelusuri kebenaran atas pesan berantai tersebut melalui mesin pencari Google Search dengan kata kunci "Herd Immunity di Indonesia".

Alhasil ditemukan sebuah artikel berita yang dimuat media siber CNN Indonesia dengan judul "Istana Tepis Pakai Strategi Herd Immunity Atasi Corona"

Dalam artikel berita tersebut, tenaga Ahli Utama Kepala Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian menepis kabar soal adanya rencana pemerintah memakai strategi herd immunity untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Menurut Donny, pemerintah saat ini tengah fokus melandaikan kurva corona secara bertahap. Hal ini dilakukan dengan tes masif untuk mengetahui puncak lonjakan kasus positif corona dalam dua minggu kedepan.

Setelah kurva landai, kata Donny, pemerintah baru akan mengambil kebijakan lain dalam mengatasi dampak virus corona, termasuk dengan melonggarkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Begitu penurunan, baru akan dibuka bertahap. Kalau herd immunity kan semua dibebaskan. Kalau kita dibuka secara bertahap dan protokol kesehatan tetap dilakukan dengan ketat," kata Donny.

Wacana pelonggaran sendiri, lanjut Donny, baru akan dilakukan apabila kurva kasus corona sudah melandai secara konsisten 14 hari berturut-turut. Sementara saat ini kondisinya masih sangat beragam di setiap daerah.

"Kami juga belum melihat kasus ini secara utuh karena tes belum banyak. Jadi kami sekarang gencarkan tes PCR supaya kami punya gambaran berapa kasus positif di Indonesia. Nanti kami tahu peak-nya, setelah melandai baru kita bicara soal pelonggaran," tuturnya.

Kesimpulan

Dari penjelasan berita yang dilansir CNN Indonesia di atas, maka disimpulkan, bahwa kabar soal adanya rencana pemerintah akan menerapkan herd immunity untuk mengatasi pandemi corona covid-19 tidak benar adanya [Salah] atau hoaks. (red/ril)