Potong Rambut, Cara IDI Kota Makassar Edukasi Warga Jelang Lebaran di Tengah Covid-19 

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Ada yang unik dalam menyambut hari raya Idulfitri 1441 H di Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar Jalan Topaz, Jumat (22/5/2020).

Selepas salat Jumat, sejumlah orang rela antre untuk dicukur oleh seseorang yang memakai baju hazmat, termasuk salah satu yang ingin dicukur Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas Prof Irawan Yusuf.

Nah, salah satu alasan datang cukur ke IDI Makassar, selain memang rambut sudah agak panjang juga mendukung program edukasi yang ingin disampaikan IDI Kota Makassar ke masyarakat tiga sektor yakni kesehatan, sosial, dan ekonomi di tengah pandemi virus Corona.

Hal ini harus bisa bersamaan jalan, tapi dengan catatan menjalankan protap kesehatan Covid-19 yang ketat seperti saat ini yang mencukur pakai baju hazmat, masker, serta peralatannya dibersihkan dengan disinfektan.

"Serta yang akan di cukur menggunakan masker dengan tangan dibersihkan dengan disinfektan, potong rambut dilakukan dengan protap Covid-19," kata pria kelahiran Makassar, 11 Februari 1957 ini.

Satu per satu dokter yang selama ini turun di garda terdepan melawan penyebaran Covid-19, dicukur agar terlihat lebih rapi.

Maklum saja, selama dua bulan rambut para dokter sudah memanjang karena tidak pernah dipotong.

“Sudah dua bulan kami turun melakukan tugas dalam melawan penyebaran Covid-19. Sehingga para dokter dan tenaga kesehatan tidak memiliki waktu untuk mencukur rambut yang memanjang,” tutur Ketua IDI Kota Makassar Dr Siswanto Wahab Sp.KK didampingi Humas IDI Makassar Wachyudi Muchsin.

Dijelaskan dr Siswanto, para dokter Makassar yang tergabung satgas IDI Kota Makssar tanggap Covid-19 setiap hari tanpa libur keliling ke rumah sakit, puskesmas untuk penyemprotan disinfektan, pembagian APD dan hand sanitizer termasuk saat bulan Ramadan membagikan donasi buka puasa.

Inisiator kegiatan dr. Sulfikar A. Goesli menuturkan, pesan yang ingin disampaikan juga, agar jangan menganggap bahwa Corona ini hal yang biasa.

"Ini virus yang harus diwaspadai, sehingga kami saja sebagai dokter melakukan potong rambut dengan protap Covid-19, sebagai bentup upaya pencegahan,” sambungnya. (ril)