Nyata Gerakan Memutus Rantai Penyebaran Corona di Jeneponto, Begini Aksinya

BONEPOS.COM, JENEPONTO - Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1441 H di Kabupaten Jeneponto, berbeda dengan tahun lalu. Lantaran masyarakat diperhadapkan dengan situasi dan kondisi penanganan Covid-19.

Sehingga Pemerintah mengeluarkan imbauan, untuk memakai masker, di rumah saja, dan rajin cuci tangan. Dilarang untuk kumpul-kumpul serta perhatikan pola hidup sehat.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga melarang untuk melakukan open house. Mengapa? Untuk menghindari penyebaran Covid-19 di masyarakat secara umum. Bahkan tidak diboleh untuk bersalam-salaman.

"Tahun ini tidak ada open house di rumah jabatan bupati Jeneponto, Wabup, Sekda dan para pejabat Forkopimda," ujar Plt Kabag Humas Pemkab Jeneponto, Mustaufiq Patta, Minggu (24/5/2020).

Untuk melakukan silaturahmi dengan sanak keluarga kata dia, terpaksa lewat telepon saja. Baik itu teman sejawat yang jauh. Dan berharap penyebaran penyakit menular Corona itu, cepat berlalu di Butta Turatea.

"Saya berharap agar masyarakat tetap taat dengan imbauan pemerintah. Memutus mata rantai Corona itu tanggung jawab kita semua, gunakan masker sebagai langkah awal pencegahan," tandasnya. (sam/ril)