Camat Beber Fakta Baru Soal Penikaman Tewas Usai Singgung BLT di Sinjai

BONEPOS.COM, SINJAI - Kasus penikaman yang terjadi di Dusun Tomattang, Desa Bonto Sinala, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, provinsi Sulawesi Selatan, mengungkap fakta baru. Apa itu?

Khususnya korban, AS, yang meninggal dunia usai ditikam oleh AW.

Camat Sinjai Borong Andi Muliati Anwar mengungkapkan kepada Bonepos, bila informasi yang beredar terkait jabatan korban, AS, yang disebutkan bekerja sebagai anggota BPD, dibantah.

"Itu tidak benar. Bukan BPD dan bahkan sekarang dia (korban) sudah tidak berstatus hansip. Dia hanya petani biasa. Memang dulu pernah jadi hansip untuk sementara di masa Pak desa Almarhum Andi Mappayukki, tapi sudah tidak aktif lagi," beber Andi Muliati, meluruskan informasi yang terlanjur beredar, kepada Bonepos.com, Senin (25/5/2020).

Sementara itu, Kapolres Sinjai AKBP Iwan Irmawan menuturkan, kronologi kejadian berlangsung pada Minggu (24/5/2020), istri pelaku LN mendatangi rumah Kepala Dusun, AM untuk mempertayakan tetang pembagian BLT Dana Desa (bantuan sosial) yang telah disalurkan.

LN hendak mempertanyakan, lantaran dia tidak mendapatkan bantuan tersebut, namun istri pelaku LN tidak Bertemu AM melainkan bertemu dengan korban AS, sehingga pada saat itu korban dan istri pelaku terjadi adu mulut di depan rumah korban.

Tidak berselang lama, kemudian istri pelaku meninggalkan korban menuju rumahnya namun diikuti oleh korban dari arah belakang sehingga pertengkaran terus berlanjut sampai di dengar oleh pelaku yang kebetulan jarak rumah pelaku tidak jauh dari tempat TKP.

Nahas, pelaku AW pada saat itu juga keluar dari rumahnya dengan membawa sebilah badik dalam keadaan terhunus dan langsung terjadi perkelahian antara korban dengan pelaku yang disaksikan langsung oleh istri pelaku pada saat itu korban langsung mengayunhkan sebilah parang yang bersarung kearah pelaku sebanyak 1 kali yang mengenai leher kiri pelaku dan tidak menyebabkan luka. Sehingga pelaku saat itu juga membalasnya dengan menusukan pisau jenis badik ke arah tubuh korban yang dalam keadaan terhunus dan langsung mengenai dada kanan korban sebanyak satu kali dan menyebabkan luka terbuka dan berdarah.

Kembali pelaku menusuk korban kedua kalinya yang mengenai lengan sebelah kanan dan menyebabkan luka terbuka selanjutnya korban terjatuh dan kembali menusuk perut korban dan mengalami luka terbuka.

Pelaku setelah melihat korban terjatuh, bersama istrinya meninggalkan korban menuju rumah pelaku. Sehingga pada saat itu korban berteriak minta tolong yang didengar langsung oleh saksi AP sehingga saksi kaget dan memanggil anaknya untuk datang di TKP Dan menemukan korban dalam keadaan terduduk di pinggir jalan.

AP bersama saksi lainnya mengangkat korban menuju rumah Kadus Tomantang dan dibawa ke puskesmas Bijinagka untuk mendapatkan pertolongan secara medis. Sayangnya, korban meninggal dunia sekitar pukul 20.00 Wita.

Tambah Kapolres Sinjai AKBP Iwan Irmawan, korban sudah dimakamkan, Senin sore (25/5/2020).

"Sementara rumah korban dijaga ketat baik dari TNI maupun aparat kepolisian. Sedangkan pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Sinjai," ungkapnya. (ile/ril)