Jangan Lupa Puasa Syawal Ya, Berikut Keutamaan dan Niatnya

BONEPOS.COM - Berpuasa dibulan Syawal memiliki keutamaan yang sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Keutamaan puasa Syawal disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan Muslim. Hadits itu berasal dari Abu Ayyub Al Anshori yang pernah mendengar sabda Nabi Muhammad SAW.

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR Muslim).

Keutamaan lain puasa di bulan syawal ini adalah sebagai penyempurna  ibadah. Sebagaimana Ibnu Rajab menjelaskan keutamaan puasa Syawal sebagai berikut:

"Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan." (Latho-if Al Ma’arif, hal. 394.)

Ibadah sunnah ini dapat dilakukan tepat setelah perayaan Idul Fitri selama enam hari selama bulan Syawal.

Niat puasa syawal

Sama seperti ibadah yang lain, pelaksanaan Puasa Syawal diawali niat yang dibaca sebelum menunaikan puasa.

Dikutip dari situs IslamiCity dan kitab Nihayah Az-Zain Fi Irsyad Al-Mubtadi'in dari Syekh Nawawi Al-Bantani, berikut niat Puasa Syawal,

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."

نْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: " إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ

"Seperti dijelaskan dalam hadits, niat menentukan penilaian atas suatu perbuatan yang dilakukan tiap muslim. Ibadah yang dilakukan karena Allah SWT maka akan mendapat balasan yang setimpal."

Artinya: Diriwayatkan atas otoritas Amirul Mu'minin, Abu Hafs 'Umar bin Al-Khattab (RA) yang mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah SAW berkata: tiap perbuatan dinilai dengan motif (niyyah/niat), sehingga tiap orang memperoleh yang diharapkan. Mereka yang hijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepala Allah SWT dan Rasulnya. Namun mereka yang hijrah karena hal bersifat duniawi atau wanita yang bisa dijadikan istri, maka dia akan mendapat yang diharapkan." (HR Bukhari dan Muslim).

Para muslim tentunya tak perlu khawatir jika tidak hapal niat Puasa Syawal dalam bahasa Arab. Niat bisa diucapkan sesuai kemampuan tiap muslim dengan sungguh-sungguh hanya karena Allah SWT.

Dikutip dari situs MyReligionIslam, jika lupa membaca niat di malam sebelum tidur namun tertidur, tidak perlu khawatir. Karena dengan keinginan tetap  menjalankan ibadah puasa tersebut dapat dianggap sebagai niat.

Tidak boleh mencampur puasa Syawal dengan Puasa Qadha

Imam Nawawi memberikan penjelasan bahwa para ulama mazhab Syafi'i bersepakat, paling afdhol melakukan puasa Syawal secara berturut-turut sehari setelah sholat Idul Fitri.

Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal itu.

Yang patut diperhatikan dalam melaksanakan puasa Syawal adalah jangan mencampur niat Puasa Syawal dengan membayar utang puasa Ramadhan. Dikutip dari situs Sunnah Online, keduanya merupakan bentuk ibadah berbeda yang tidak bisa dijalankan bersamaan.

Utang puasa saat Ramadhan wajib dibayar tiap muslim sesuai jumlah hari saat sedang tidak berpuasa. Sedangkan Puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang tidak berdosa jika muslim tak menjalankannya. Karena itu, tiap muslim sebaiknya melakukan puasa Syawal dan bayar hutang terpisah dengan kewajiban yang dilaksanakan lebih dulu.(atk/ril).