Imbas Perwali Makassar, IDBM: Kami Butuh Aturan Rp150 Ribu Per Penumpang

BONEPOS.COM, BONE - Peraturan Wali Kota Makassar No. 31 tahun 2020 menjadi bahan pembicaraan di kalangan sopir mobil penumpang antar daerah, Bone - Makassar.

Kepada Bonepos.com, Akbar Koordinator Perwakilan Ikatan Driver Bone Makassar (IDBM) Bone Utara menuturkan, dengan adanya Perwali ini sepatutnya juga memperhatikan penghasilan sopir angkutan antar daerah.

Arfah yang juga pendiri IDBM menambahkan, hal ini akan berdampak pada penghasilan. Sewajarnya peraturan ini berangkat dari bawah.

"Jangan hanya memikirkan dampak kesehatannya, tapi juga dampak perekonomian," papar Arfah kepada Bonepos.com, Rabu (27/5/2020).

Lain lagi Bhurt yang juga admin Perwakilan IDBM Bone Utara menuturkan, pemerintah seharusnya memikirkan sopir angkutan daerah.

"Apabila pasal 17 ayat (1) dalam Perwalkot Makassar ini betul-betul dilaksakanan, berarti kami dari sopir hanya bisa memuat 3 penumpang. Kemudian penetapan harga sewa penumpang, misalnya Rp150.000 untuk Makassar - Bone mungkin sudah bisa buat kami tutup modal saat berangkat mengais rezeki," ujarnya.

Adapun salah satu anggota IDBM A. Ashar bilang, kalau hanya 3 penumpang otomatis banyak ruang dalam mobil yang kosong.

"Kami para sopir akan berpikir dan mungkin akan menambah pemasukan dengan menerima kiriman barang dan pastinya akan kami naikkan ongkos kirimnya," akunya.

Sementara itu, Ketua Umum IDBM, Herman berharap adanya aturan yang mengikat tentang ketetapan harga sewa yakni sebesar Rp150.000 per penumpang," kuncinya. (har/ril)