Pastikan Ketersediaan Pangan, Begini Strategi Pj Wali Kota Makassar

Pj Wali Kota Makassar Prof Yusran Yusuf bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar Abd Rahman Bando didampingi Camat Manggala Anshar Umar mengunjungi persawahan yang letaknya berada di kampung Kajenjeng

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Kondisi pandemi virus Corona (Covid-19) seperti ini sedikit banyak sangat berpengaruh pada perputaran roda perekonomian dunia.

Masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, namun juga diharapkan tetap produktif menghadapi wabah ini.

Pemerintah juga diminta untuk tetap memperhatikan kondisi perekonomian dan ketersediaan produksi pangan daerah masing-masing.

Olehnya itu, Pj Wali Kota Makassar Prof Yusran Yusuf bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar Abd Rahman Bando didampingi Camat Manggala Anshar Umar mengunjungi persawahan yang letaknya berada di kampung Kajenjeng, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Rabu (27/5/2020).

Dalam lawatan tersebut, Prof Yusran takjub melihat lahan persawahan seluas kisaran 300 hektare ini, yang menurutnya sangat berpotensi untuk menopang ketersediaan pangan di Kota Makassar.

“Alhamdulillah saya bersyukur di Makassar ternyata masih ada lahan persawahan seperti ini. Tinggal bagaimana dibenahi agar ketahanan pangan dapat diamankan. Lahan ini tentu sangat potensial bagi keberlangsungan hidup masyarakat juga persediaan pangan Makassar,” paparnya.

Melihat lepas lahan persawahan tersebut, Pj Wali Kota Makassar ini optimis Makassar dapat menjadi penyuplai untuk daerah lainnya. Yang di butuhkan hanyalah pembenahan lokasi agar segera dapat digunakan maksimal.

Selain itu kata Yusran, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pengerukan sungai Kajenjeng sebagai antisipasi banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Sederhana saja yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil maksimal dari lahan ini yakni perbaikan tanggul dan drainasenya. (ril).

"Kita akan siapkan mobil eskavator untuk melakukan pengerukan Sungai Kajenjeng dan diharapkan nanti menjadi daerah tangkapan air jadi bonusnya karena berfungsi ganda," ujar Yusran.

Sejalan dengan keinginannya itu, Prof Yusran meminta kepada dinas terkait agar juga menyiapkan pembinaan dan penyuluhan kepada petani agar produksi pertanian bisa lebih optimal. Bukan hanya itu, jika ini bisa diwujudkan maka kesejahteraan warga tentu akan meningkat dan dapat menjadi alternatif agrowisata mengingat minimnya persawahan di Makassar. (ril)