Klarifikasi Deddy Corbuzier Soal Wawancaranya Dengan Mantan Menkes

Siti Fadilah Supari dan Deddy Corbuzier

BONEPOS.COM - JAKARTA – Video wawancara yang dilakukan mantan pesulap, Deddy Corbuzier dengan Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang berstatus narapidana kasus korupsi berujung masalah.

Hasil video yang berdurasi hampir 26 menit dan diunggah di YouTube pada 21 Mei 2020 dianggap melanggar hokum dan HAM, bahkan legalitas proses wawancara juga dipertanyakan.

Kementerian Hukum dan HAM menilai Dedy melanggar Peraturan Menkumham No. 616/2011 tentang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kemenkumham dan UPT Pemasyarakatan.

Menanggapi polemik yang terjadi, Deddy menegaskan bahwa dirinya tidak terikat atau diboncengi partai politik, organisasi, dan kelompok tertentu dalam berkarya, termasuk saat mewawancarai Siti Fadilah.

"Saya bersifat independen yang saya bela adalah bangsa dan negara Indonesia demikian juga dengan isi video tersebut," kata Deddy dalam video klarifikasi yang diunggah di Instagram melalui akun @masterdeddycorbuzier,

Lebih lanjut, mantan suami Kalina Oktarani ini menyampaikan kronologi pembuatan video wawancara dengan Siti Fadilah.

Pertama, wawancara dilakukan di sebuah rumah sakit yang kemudian diketahui adalah RSPAD Gatot Subroto. Dedonspirasi,

y memastikan bahwa dirinya mengunjungi mantan Menkes di Kabinet Indonesia Bersatu tersebut secara terbuka atau tidak menyembunyikan identitasnya.

Kemudian, dia juga menegaskan bahwa narasumbernya tersebut bersedia diwawancarai dengan suka rela atau tanpa paksaan.

"Saya meminta izin dengan Ibu Siti Fadilah dan diizinkan tanpa sedikit pun paksaan karena beliau menginginkan agar ada informasi untuk masyarakat Indonesia yang bisa membantu bangsa kita segera menyelesaikan pandemi Covid-19 ini," jelasnya.

Selain itu, Deddy juga meyakini bahwa informasi yang disampaikan dalam video tersebut tidak mengandung hoaks dan unsur provokatif.

Menurut Deddy, video berdurasi sekitar 25 menit yang diunggah di YouTube hanya sebuah informasi yang bertujuan baik yakni agar Indonesia segera terbebas dari Covid-19.

Deddy pun mengajak masyarakat untuk tidak lagi menggunjingkan video tersebut dan bersama-sama mencari solusi terbaik untuk menangani pandemi Covid-19. (Atk/ril)