Jumlah Kematian akibat Virus Corona Tembus 362 Ribu Orang

BONEPSO.COM - GRAFIS/ADS Ilustrasi Virus Corona

BONEPOS.COM - Jumlah korban tewas akibat virus corona atau Covid-19, hingga Jumat (29/5/2020) di seluruh dunia mencapai 362 ribu orang. Total kasus positif Covid-19 mencapai 5,9 juta, dengan jumlah pasien sembuh kini lebih dari 2,6 juta orang.

Berdasarkan data worldometers.info, hingga kini masih terdapat sekitar 2,9 juta kasus aktif. Sebanyak 2% atau lebih dari 53 ribu orang berada dalam kondisi serius atau kritis.

Sejauh ini, Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan kasus positif dan korban jiwa terbanyak di seluruh dunia. Jumlah kasus mencapai 1,7 juta kasus, dengan kematian mencapai lebih dari 103 ribu orang dan angka kasus sembuh sebanyak 498 ribu.

Adapun negara kedua dengan jumlah kasus terbanyak adalah Brasil, dimana mencatatkan jumlah kasus sebanyak 438 ribu dengan angka kematian sebanyak 26 ribu orang dan sembuh sebanyak 193 orang.

Kemudian diperingkat ketiga ditempati Rusia dengan jumlah kasus sebanyak 387 ribu orang, jumlah kematian 4 ribu orang dan kasus kesembuhan sebanyak 159 ribu orang.

Peringkat keempat ditempati oleh Spanyol dengan angka kasus positif sebanyak 284 ribu, jumlah kematian 27 ribu orang dan angka pasien sembuh sebanyak 196 ribu orang.

Sementara itu diperingkat kelima ditempati oleh Inggris, dimana jumlah kasus sebanyak 269 ribu dengan angka kematian sebanyak 37 ribu. Sedangkan angka kesembuhan belum ada data.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Kamis, (28/5/2020), mengumumkan akan melonggarkan lockdown pada pekan depan untuk wilayah Inggris.

Pengumuman lockdown bakal dilonggarkan disampaikan Johnson beberapa jam setelah semakin banyak anggota parlemen Inggris dari Partai Konservatif menyerukan agar ajudan Johnson, Dominic Cummings, mengundurkan diri.

Cummings ketahuan menyetir mobil sejauh 400 km bersama keluarganya padahal Inggris sedang berstatus lockdown.

Menurut Johnson, mulai Senin, 1 Juni 2020, sekolah-sekolah akan secara bertahap dibuka lagi. Masyarakat boleh kumpul-kumpul asal tidak lebih dari enam orang.

"Beberapa perubahan ini artinya teman dan anggota keluarga lain sudah bisa saling bertatap muka secara langsung, mungkin saling mengunjungi kedua orang tua atau kakek-nenek sesekali. Anda bisa bertemu anggota keluarga di kebun, melakukan barbeque namun tetap jaga jarak aman, tetap mencuci tangan dan mengajak semua orang berfikir dengan akal sehat," kata Johnson, seperti dikutip dari reuters.com.

Johnson menekankan perubahan yang dilakukan pemerintah setahap demi setahap karena para ahli Kesehatan memperingatkan situasi saat ini masih seimbang, di mana jumlah kasus virus corona turun tetapi tidak cepat. (ril).