Legislator Bone Berang Pupuk Langka, Herman Tebar “Ancaman” 

BONEPOS.COM, BONE - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bone, Herman mempertanyakan keberadaan kuota pupuk bersubsidi.

Lantaran, tidak sedikit petani yang menjerit kesusahan mendapatkan pupuk bersubsidi saat musim tanam tiba.

"Kami memahami kuota pupuk bersubsidi berkurang dari 95 ribu ton menjadi 86 ribu ton. Kemana itu yang 86 ribu ton?," kata Herman, kepada Bonepos.com, Minggu (31/5/2020).

Herman herman, pada saat petani butuh pupuk. Justru pupuk semakin susah diperoleh.

Harusnya, kata Herman, sebelum memasuki musim tanam, kelompok tani sudah memasukkan RDKKnya. Sehingga kebutuhan petani sudah bisa ditaksir jauh hari sebelum musim tanam tiba.

"Pupuk langka. Distributor dan Pengecer yang tidak mampu memenuhi kebutuhan petani diharap berhenti saja, karena merugikan petani," tegasnya. (ril)