Mencengangkan, Ini 7 Fakta di Balik Pengadaan MacBook Anggota DPRD Bone

BONEPOS.COM, BONE - Pengadaan laptop jenis Macbook Air keluaran Apple bagi para anggota DPRD Bone terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Selain, pengadaannya yang dinilai tidak tepat, lantaran bertepatan dengan pandemi Covid-19, laptop seharga belasan juta itu juga ditolak sejumlah anggota DPRD salah satunya dari partai Demokrat.

Dari penelusuran Bonepos.com, ditemukan sejumlah fakta di balik pengadaan laptop tersebut, mulai dari pembahasan hingga laptop tersebut tiba dan diserahkan kepada para anggota dewan.

Berikut 7 Fakta di balik pengadaan MacBook anggota DPRD Bone:

1. Laptop Super Tipis

Laptop yang diperuntukkan kepada 45 anggota DPRD Bone ini, berjenis MacBook Air keluaran Apple seri MQD32ID/A.

Ketebalan atau tinggi dari MacBook Air ini adalah 1,7 cm dengan penampang 32,5 x 22,7 cm. Sedangkan bobot dari MacBook Air ini ada dikisaran 1,35 kg. Layar yang dibawanya berukuran 13,3 inci dengan resolusi 1.440 x 900 piksel.

2. Harga Fantastis

Dilansir laman pengadaan e-catalog lkpp.go.id harga Macbook Air Apple seri MQD32ID/A ini dibanderol dengan harga Rp 15,8 juta, namun realisasi harga pihak penyedia Rp15 juta.

Bila ditotalkan dengan jumlah anggota DPRD Kabupaten Bone sebanyak 45 orang, maka uang rakyat yang habis untuk laptop tersebut kurang lebih Rp675 juta.

3. Diusulkan Anggota DPRD Periode 2014

Mantan anggota DPRD Bone, Rismono Sarlim blak-blakan soal pengadaan laptop 'mahal' DPRD Bone ini. Menurut Dia, pengadaan laptop MacBook tersebut sudah dibahas dan disetujui sejak periode dirinya di DPRD.

"Periode 2014-2019 KUA PPAS (Plafon Anggaran - red) kita bahas, tapi kemudian pengadaan ini dilanjutkan dan diparipurnakan periode berikutnya. Seingat saya juga pada waktu itu, mayoritas fraksi menyetujui," beber Rismono kepada Bonepos.com, Sabtu (30/5/2020).

4. Tujuan Pengadaan

Ketua DPRD Bone, Irwandi Burhan membenarkan, bahwa pengadaan laptop bagi 45 anggota dewan ini sudah lama dan disetujui sejak anggota DPRD periode lama, namun baru terealisasi di periode ini. Adapun tujuan pembagian laptop ini tidak lain adalah untuk menunjang kinerja para anggota dewan.

5. Sejumlah Anggota DPRD Mendadak Menolak Laptop

Pasca laptop 'mahal' ini tiba, sejumlah anggota DPRD mendadak menolak untuk menerima laptop tersebut, dengan dalih situasinya tidak tepat lantaran di tengah adanya pandemi Covid-19.

Wakil ketua DPRD Bone dari Fraksi PAN, Andi Wahyudi Taqwa menyebutkan, tidak ada alasan bagi para anggota DPRD menolak untuk menerima laptop tersebut.

"Sebenarnya sudah tidak ada lagi kata menolak, karena sudah diputuskan. Tapi ya itulah dinamika Politik," ungkap Andi Wahyudi kepada Bonepos.com, Sabtu malam.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bone, Ramang mengatakan, pengadaan laptop ini sudah disetujui bersama. Dalam prosesnya pun tidak ada keberatan dan menolak.

Kata Ramang, Komisi I yang mengusulkan untuk melanjutkan pengadaan laptop ini. Dikarenakan kondisi sekarang mewabah Virus Corona (Covid-19).

"Kami membutuhkan, karena kami gelar rapat jarak jauh (vidcon-red)," ujarnya.

6. Dibahas Saat Relokasi Anggaran Covid-19

Fakta baru yang ditemukan Bonepos, laptop 'mahal' ini sempat dibahas para anggota dewan saat hendak merelokasi pos anggaran DPRD terkait penanganan Covid-19.

Menurut sumber Bonepos.com, perihal pengadaan laptop tersebut sempat ditanyakan oleh wakil Ketua DPRD Bone, Andi Wahyudi Taqwa, dimana dia menanyakan soal kelanjutan pengadaan laptop tersebut.

Namun di saat yang sama, anggota DPRD ND, menyebutkan bahwa pengadaan laptop tetap dilanjutkan.

"Waktu itu, Andi Wahyudi pertanyakan, dilanjut atau bagaimana pengadaan ini, nah pada saat itu, ND yang ngotot mengatakan lanjutkan. Jadi ini lucu ketika laptop sudah datang malah dia menolak," beber sumber yang enggan namanya dimediakan.

7. Diduga Ada Penyedia Titipan

Di balik pengadaan laptop 'mahal' ini rupanya terselip beberapa fakta, dimana menurut sumber bonepos.com, sejumlah oknum anggota DPRD diduga ada yang main mata dengan para penyedia.

"Ada beberapa, setahu saya itu ada 3 penyedia yang melakukan lobi, tapi diantara 3 itu tidak ada yang menang, karena tidak bisa menyiapkan laptop ini dalam waktu cepat," bebernya.

Tidak hanya itu, bahkan ada salah satu oknum anggota dewan yang ngotot agar lelang laptop itu dimenangkan oleh 'orangnya'.

"Sampai ngotot malah untuk dimasukkan itu (orangnya) tidak usah saya sebut lah. Entah ada apa sampai ngotot, mungkin ada fee disitu," ujarnya. (bs/ril)