Parah, Oknum Bapenda Bone Lakukan Pungli Sasar Pedagang Kecil

BONEPOS.COM, BONE - Pungutan liar (Pungli) menjadi momok tersendiri. Seperti yang terjadi di Pasar Pompanua, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Minggu (31/05/2020).

Salah seorang pedagang, Ruslan mengatakan kepada Bonepos.com, dia dan teman-temannya sesama pedagang telah dimintai uang restribusi sebesar Rp5.000 oleh petugas Bapenda. Padahal yang tertera di karcis hanya Rp1000.

"Kalau sama saya (Ruslan) tidak berani mi mungkin, karena yang tertulis disitu itu pasti kubalingi, tapi pedagang sayur atau yang kecil-kecil dimintai uang sebesar Rp5.000, padahal di karcis cuma Rp1.000. Terus itu petugasnya langsung memberi lima karcis biar bayar lima ribu rupiah," ujar Ruslan.

"Kasihan pedagang-pedagang kecil yang dimintai uang retribusi sebesar itu. Tidak seberapa untung jualannya terus dibebani dengan pembayaran retribusi yang seharusnya Rp1.000 menjadi Rp5.000," tambahnya.

Dikonfirmasi via telepon, Andi Herman Sampara selaku Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bone berdalih, perbuatan tersebut dilakukan oleh oknum.

"Jika ukuran los di pasar dua kali satu maka kena dua karcis, namun untuk penjual sayur hanya kena satu karcis. Jika lebih dari itu maka itu pungutan liar," beber Herman. (har/ril)