Soal Perangkat Desa Tak Berijazah di Sulsel, Begini Penjelasannya

BONEPOS.COM, JENEPONTO - Beredar kabar, dua perangkat desa di Jeneponto, diduga tidak bersyarat menjadi kepala dusun, lantaran tidak memiliki ijazah SMA, yakni kepala dusun Jombe Utara dan dusun Muncu-muncu.

Informasi yang dihimpun, sebelumnya keduanya sudah menjabat sebagai perangkat desa selama beberapa tahun, namun karena aturan sehingga diberhentikan, di Desa Jombe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Eks Sekretaris Kepala Desa Jombe, Malleo mengatakan, salah satu diantaranya pernah menjabat sebagai kepala dusun, sebelum berlakunya aturan tentang syarat perangkat desa yang dikeluarkan kementerian desa (Kemendes) pusat.

Terkait dengan kepala dusun di desa Jombe kata dia, ia cukup mengetahui, kepala dusun Muncu-muncu dan Kepala dusun Jombe Utara. Dia menjelaskan, Jumarang itu, tidak pernah jadi kadus, kecuali Lenteng.

"Salah satunya sudah diberhentikan, termasuk Kepala Dusun Jombe Utara, Tompo dan bukan Jumarang dan Kepala Dusun Muncu-muncu, Lenteng. Sejak diberhentikan sampai sekarang bukan lagi kepala dusun di desa Jombe," ujar Malleo, Minggu (31/5/2020).

Malleo bilang, mereka digantikan oleh anaknya Lenteng. Dan Keterlibatan mandus tersebut, tidak lagi sebagai pemerintah di kampung itu. Namun tinggal membantu pelaksanaan kegiatan di desa.

Mengenai dengan ijazah, mantan Kadus Muncu-muncu itu, punya ijazah, namun hanya SMP, tidak benar jika dikatakan Kadus itu tidak punya Ijazah, sehingga diberhentikan karena dianggap tidak bersyarat. Mereka digantikan oleh anaknya bernama Irsan saat itu.

"Jadi, bukan mi dia lagi kepala dusun sudah lama diberhentikan dan digantikan sama anaknya. Adaji Ijazahnya SMP itu. Karena sudah tidak bersyarat sehingga diberhentikan, beberapa tahun lalu, sekitar 2014 kalau tidak salah," sebutnya.

Ia juga menjelaskan, salah satu warga Desa Jombe di dusun Jombe Utara itu, ingin menjadi kepala dusun, inisial S. Bahkan pernah menyampaikan hal tersebut ke Pemerintah Kecamatan.

"Ada juga warga yang ingin jadi kepala dusun. Namun sebagian warga masih menginginkan Kepala dusun Jombe Utara, yang sekarang," katanya.

Sementara Kepala Desa Jombe, Jusmaedy mengatakan, pengangkatan Kepala dusun tersebut, dia tidak tahu menahu karena belum menjadi kepala desa, itu masih berkaitan dengan mantan desa (Mandes) Jombe.

"Saya baru kurang lebih lima bulan jadi Kepala Desa di Jombe. Terkait dengan ada kepala dusun tidak berijazah saya tidak tahu itu, karena belum pa kepala desa saat itu. Nah, kalau kepala dusun saya yang sekarang, semuanya bersyarat," ujarnya

Selanjutnya kata dia, anak mantan Kepala dusun di masa pemerintahan Ibu Desa Jombe, ST. Salma, kembali diangkat menjadi kepala dusun, yakni di dusun Muncu-muncu dan Jombe Utara.

"Kalau di periodeku ini, karena baruka menjabat sebagai Kades. Baru sekitar lima bulan berjalan. Saya angkat anaknya Lenteng dan Jumarang menjadi kepala dusun di desa Jombe," tambahnya

Kepala Kecamatan Turatea, Syamsul Ardi Jahini mengatakan pernah didatangi seseorang dan mengusulkan salah satu warga disana, inisial S untuk menjadi kepala dusun di Desa Jombe Utara.

"Saya bilang, silahkan koordinasi dengan kepala desanya. Orang datang sama saya itu inisial S, mengusul keluarganya. Saya hanya bisa menyampaikan, cuman untuk menentukan bukan saya," ungkapnya.

Inisial S yang hendak ditemui Wartawan di rumahnya di desa Jombe, sedang tidak berada di tempat. Menurut Keluarganya perempuan itu menyebutkan S lagi ke Makassar.

"Iye, tidak adaki pak. Nai maki dulu di rumah, lagi Ke Makassar ki S," katanya. (sam/ril)