Mahasiswa Penganiaya Ibu Kandung Gegara Dinasihati Soal Kekasih, Ini Ancaman Hukumannya

BONEPOS.COM, BONE -Pelaku penganiayaan ibu kandung di Bone yang sebelumnya diamankan Timsus Polsek Tanete Riattang terancam pidana 5 tahun penjara.

Dia diketahui berinisial AA (22), seorang mahasiswa warga Jalan Sungai Pareman, Kelurahan Tibojong, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, sementara korbannya tak lain adalah ibu kandungnya berinisial ZN.

Kanit Reskrim Polsek Tanete Riattang yang dikonfirmasi mengatakan, pelaku saat ini masih ditahan di Polsek dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Pelaku dikenakan pasal 44 ayat 1 UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, yang pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp15.000.000," kata Hanny, Senin (1/6/2020).

Lanjut kata Hanny, sebelumnya pelaku diamankan di rumah kekasihnya setelah korban mendatangi Polsek untuk membuat laporan penganiayaan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri.

Saat diinterogasi, AA mengakui perbuatannya telah menganiaya korban (ibu kandungnya) lantaran kesal sering dinasihati korban karena niatnya untuk menikahi kekasihnya.

"Korban dianiaya menggunakan tangan beberapa kali dan juga melempar korban dengan gagang sapu ijuk, sehingga korban mengalami luka memar pada lengan," tambah Hanny.

Dari hasil pantauan di Sel Tahanan Polsek Tanete Riattang, pelaku terlihat sering murung dan tak banyak bicara seolah menyesal telah melakukan penganiayaan terhadap ibu kandungnya sendiri. (ril)