Keren, UMI Peringkat 77 Terbaik Versi SINTA Kemenristekdikti

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Kualitas Universitas Muslim Indonesia Indonesia (UMI), terus meningkat. Terbukti, kampus ternama dan terkemuka di Indonesia ini berhasil masuk 100 besar atau tepatnya berada di posisi 77 dari seluruh perguruan tinggi se-Indonesia.

Torehan UMI pada pemeringkatan SINTA Kemeristekdikti Science and Technology Index (SINTA) tersebut terlihat di website dan aplikasi resminya, per-Kamis (28/5/2020).

Hal ini sejalan dengan komitmen kemajuan akademis terus ditunjukan kampus ternama swasta pertama berakreditasi institusi ‘A’ di luar pulau Jawa.

Kepala LP2S UMI Prof Syahnur Said menuturkan, torehan yang diraih saat ini, tidak lain merupakan hasil dan buah dari kerja keras akademik seluruh seluruh civitas akademika UMI.

“Ini satu kesyukuran bagi kita civitas akademika apalagi masih dalam suasana Lebaran. Dari ranking 77 tersebut, ini sebuah prestasi karena sebelumnya kita berada diranking 100 lebih. Alhamdulillah tahun ini kita masuk ranking 100,” jelas Prof Syahnur, di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2020).

“Ini tidak lepas dari seluruh unsur yang ada, dari pimpinan, dosen, untuk senantiasa melakukan, melaporkan segala karya-karya ilmiah baik itu dalam bentuk artikel, baik itu dalam bentuk karya-karya ilmiah yang lain melaporkan ke Aplikasi SINTA, sehingga ini yang membuat rangking UMI bisa baik,” tambahnya.

Dari data yang ada, kata Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini, jumlah data yang terverifikasi di pangkalan Dikti itu sebanyak 581 orang dari 738.

Syahnur melanjutkan, pihaknya akan mendorong agar jumlah dosen terverifikasi di UMI terus bertambah.

“Jumlah dosen 738, yang terlapor dalam pangkalan data DIKTI itu baru 581 dosen yang telah diverifikasi. Artinya masih ada kurang lebih 150-an dosen yang belum terverifikasi. Oleh karena itu ke depan dosen-dosen yang belum terverifikasi ini perlu didorong untuk bisa juga terlapor pada SINTA, itu yang pertama,” jelasnya.

“Yang kedua, karya-karya dosen baik itu dalam bentuk artikel atau dalam bentuk karya-karya ilmiah yang lain itu harus selalu dilakukan update data di SINTA karena ini yang akan memengaruhi peringkat kita. Yang ketiga adalah dokumen yang sudah ada, artikel, jurnal, karya ilmiah yang sudah terlapor di SINTA,” kunci Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini. (ril)