Demi Pelayanan Berkualitas, Besaran Iuran BPJS Direview 2 Tahun 

BONEPOS.COM, BONE – Hadirnya program Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) diharapkan bisa membantu masyarakat yang tidak mampu mendapatkan fasilitas berobat gratis dari pemerintah.

Apabila ingin meningkatkan fasilitas bisa hanya dengan membayar premi cukup terjangkau, sesuai Perpres No. 64 Tahun 2020. Negara hadir memastikan jaminan kesehatan untuk rakyat Indonesia.

Selama tahun 2020, peserta PBPU dan BP/ Mandiri Kelas III tetap disubsidi pemerintah sebesar Rp16.500 per orang per bulan, sehingga peserta hanya membayar sebesar Rp25.500 per orang per bulan. Artinya, tidak ada kenaikan.

“Sesuai ketentuan, besaran iuran perlu direview secara berkala maksimal dua tahun sekali dan untuk keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat, memberikan pelayanan yang tepat waktu dan berkualitas, terjangkau bagi negara dan masyarakat, dan berkeadilan sosial,” ucap Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Watampone, Hartono Purba.

“Saya mendengar adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan, dan saya terbantu sebab untuk kelas tiga saat ini masih tetap iurannya karena saya dengar masih disubsidi oleh Pemerintah. Untuk pelayanan kami sudah pernah menggunakan saat istri saya melahirkan, bagus kok pelayanannya dan tidak ada kendala masalah apapun,” sebut Mulyadi (42) salah seorang peserta Mandiri kelas tiga yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang mainan anak-anak keliling.

Hal senada juga disampaikan pula Alidin Andikinas (53), seorang Pegawai Negeri Sipil.

"Kebetulan saya datang ke Kantor BPJS Kesehatan hari ini untuk mengurus perubahan status kepesertaan BPJS Kesehatan anak saya menjadi peserta mandiri karena telah mencapai usia 25 tahun dan saya daftarkan di kelas tiga. Sebenarnya saya tidak masalah atas kenaikan iuran premi BPJS Kesehatan karena saya juga pernah merasakan manfaatnya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Di sisi lain, saya juga telah mengunduh aplikasi Mobile JKN yang berisi banyak fitur, biasanya apabila saya mau ganti fasilitas kesehatan atau kemarin saya juga sempat melakukan skrining penyakit umum melalui aplikasi tersebut," ujarnya. (ril)