Udin Lulusan Kelas 3 SD di Bone Lahirkan Traktor Remote Control, Garap Sawah Tidak Susah

BONEPOS.COM, BONE - Siapa sangka seorang petani di Bone yang pendidikannya hanya sampai kelas 3 Sekolah Dasar (SD) mampu menciptakan inovasi baru dengan mengoperasikan traktor tanpa menyentuhnya melainkan hanya melalui remote control.

Dia adalah Udin (34). Pria kelahiran Pallawa 5 Desember 1986 yang saat ini menetap di Dusun Cinnong, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Cerita Udin saat memulai membuat remote control traktor ini awalnya hanya utak-atik elektronik dari barang-barang bekas. Pada saat itu muncul dalam benaknya untuk membuat sebuah remote control untuk bisa menjalankan traktor di sawah, karena kebetulan waktu itu dia kekurangan untuk menggarap sawahnya.

Remote control yang dia buat itu baru bisa rampung pengerjaannya setelah hampir 2 tahun lamanya. Dalam megerjakan, dia juga tidak pernah menonton video-video YouTube, dia hanya mengandalkan pikirannya bagaimana bisa membuat sesuatu hal yang baru.

"Awalnya hanya utak-atik elektronik, kebetulan dari kecil saya memang suka elektronik sampai sekarang saya juga sering servis elektronik seperti TV, kulkas, dan elektronik lainnya," ujar Udin saat ditemui di rumahnya, Kamis (4/6/2020).

Saat merakit remote control traktor ini Udin hanya perlu dua kali percobaan sampai akhirnya normal dan sudah bisa digunakan dengan sempurna. Untuk biaya perakitan sendiri, Udin hanya mengeluarkan biaya berkisar Rp5 juta.

"Awalnya saya coba itu belum terlalu sempurna, makanya saya ulangi sekali lagi dan tetap optimis kalau ini bisa saya kerjakan, yang membuat kendala prosesnya lama, karena alatnya tidak ada dijual di Makassar, jadi terpaksa harus beli online," tambahnya.

Salah satu kelebihan dari remote control traktor ini yaitu kita tidak perlu lagi turun ke sawah penuh lumpur untuk menjalankannya. Pihaknya hanya tinggal berdiri dan mengendalikannya melalui remote control. Jaraknya bisa mencapai 500 meter jika tidak ada yang menghalangi pandangan.

Selain itu, baterai remote yang berkekuatan 6000 mh itu bisa digunakan sampai 2 kali 24 jam lamanya.

"Sebenarnya sisa satu kekurangannya remote ini karena belum mampu menghidupkan mesin sendiri, masih harus manual. Sebenarnya bisa saja hidup sendiri cuma terkendala biaya," ujarnya sembari tersenyum malu.

Dengan adanya inovasi yang dia ciptakan ini, Udin berharap bisa menjadi inspirasi para petani lainnya agar sedikit bisa memudahkan dalam menggarap sawah sehingga tidak menguras tenaga terlalu banyak. (ril)