Top, Petani di Bone Bangun Pompa Hidrant tanpa Aliran Listrik

BONEPOS.COM, BONE - Sejumlah petani di Dusun Cinnong Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone berhasil membangun pompa hidrant tanpa menggunakan listrik.

Pembangunan pompa hidrant tanpa listrik ini dibangun melalui swadaya masyarakat, tanpa bantuan sepeserpun dari pemerintah setempat.

Pembangunannya memerlukan waktu yang cukup lama hingga beberapa tahun.

Salah satu warga yang memiliki andil besar dalam pembangunan pompa hidrant ini, Kamaruddin yang ditemui mengatakan, dirinya bersama warga lain sudah mulai mengerjakannya sejak 2014 lalu. Namun belum bisa berhasil beberapa kali.

"Awalnya itu kami menggunakan kincir air untuk bisa mengairi sawah yang tadah hujan di sekitar sungai namun tidak berhasil, bahkan kami coba 2 kali menggunakan kincir tapi belum berhasil," ujar Kamaruddin.

Setelah mencoba kincir 2 kali namun gagal, Kamaruddin bersama warga lainnya akhirnya mencari cara lain, sehingga pada akhirnya menggunakan pompa hidrant.

Sebelum menggunakan pompa hidrant ini warga terlebih dulu membuat bendungan di sungai untuk menampung air, air itulah nanti yang dimasukan pipa yang mengisap ke pompa kemudian mengeluarkan ke sawah-sawah warga.

"Untuk bendungan sendiri itu makan biaya sekitar Rp10 jutaan, kalau pompanya dan pipa segala macam itu estimasi biaya sekitar Rp20 juta. Jadi totalnya semua sekitar Rp30 juta, dan itu semua diperoleh dari swadaya masyarakat tanpa bantuan sepeserpun dari pemerintah setempat," tambahnya.

Selain itu kata Kamaruddin, pompa ini sekarang sudah mengairi persawahan warga sekitar kurang lebih 5 hektare, dan semenjak adanya pompa ini masyarakat sangat merasakan manfaatnya, karena setelah adanya pompa tersebut petani di sekitar sini sudah bisa panen 2 kali dalam setahun. Padahal sebelumnya hanya bisa 1 kali dalam setahun hal itu dikarenakan hanya bisa mengandalkan hujan turun.

Sementara salah seorang warga lainnya Anto bilang, salah satu tujuan dengan dibangunnya pompa ini bisa menjadikan inspirasi bagi para petani lainnya untuk bisa membantu memudahkan kerjaan para petani kita.

"Harapan kami tentunya bagaimana inovasi kami ini mendapat legalitas dari pemerintah, bahwa inilah karya para warga di Desa Mappesangka, khususnya di Dusun Cinnong," harapnya. (her/ril)