1 Jam Belajar, Bocah 9 Tahun di Bone Kendalikan Traktor Remote Control

BONEPOS.COM, BONE - Seorang bocah di Dusun Cinnong, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 3, sudah bisa mengendalikan traktor untuk menggarap sawah.

Dia adalah Rahmatul Mubin (9), putra dari pasangan suami istri, Kamaruddin (33) dan Rahayu (42). Rahmatul Mubin alias Ubin ini merupakan anak pertama dari dua bersaudara.

Di usianya 9 tahun, Ubin saat ini sudah bisa membantu orang tuanya menggarap sawah berhektare-hektare dengan menggunakan traktor. Bagaimana bisa? sementara diketahui traktor itu harus dikendalikan tenaga cukup kuat karena bodinya besar serta berat.

Ternyata hal itu selamanya tidak berlaku, Ubin justru mampu menggarap sawah dengan cara seperti dia bermain. Ubin menggunakan traktor hanya melalui remote control yang diciptakan rekan ayahnya.

Saat ditemui di kampungnya di Dusun Cinnong, Ubin bercerita, jika dia membantu orang tuanya menggarap sawah seperti bermain video gim dengan menggunakan remote kontrol seperti stik video gim. Dan untuk menjalankan remote control traktor itu tidak perlu belajar lama.

"Saya pelajari remote ini kurang lebih 1 jam sudah bisa, cukup tahu mana tombol gas, dan yang mana tombol kompling serta arah, kemudian bagaimana berhenti dan mematikan mesin," jelas Ubin.

Saat ditanya, apakah dia senang melakukan hal itu, Ubin menjawab sangat senang karena seperti main gim Free Fire. Sekaligus bisa bantu orang tua bertani kalau pulang sekolah.

Inovasi traktor remote control ini baru diketahui adanya setelah muncul di media sosial, setelah warga net memposting di Grup Info Kejadian Bone, saat Ubin sedang menggarap sawah dengan menggunakan remote control traktor. Postingan tersebut langsung viral.

Perakit traktor remote control itu diketahui adalah seorang petani bernama Udin (34) yang diketahui memang suka utak-atik elektronik. Awalnya dia membuat inovasi ini karena kondisi tenaganya sudah mulai tidak sanggup mengoperasikan traktor sehingga dia mencoba inovasi baru.

Udin bercerita, untuk merakit remote control ini cukup menguras pikiran sehingga pengerjaannya baru bisa rampung kurang lebih 2 tahun.

"Untuk estimasi biaya sendiri itu sekitar Rp5 juta. Pengerjaanya lama karena alatnya tidak ada dijual di Makassar, sehingga harus pesan online," beber Udin.

Dengan adanya inovasi ini, Udin berharap menjadi inspirasi bagi para petani lainnya agar sedikit bisa membantu meringankan petani. (ril)