Camat dan Lurah Diwarning, Pj Wali Kota Makassar Berlakukan Piket 24 Jam – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Camat dan Lurah Diwarning, Pj Wali Kota Makassar Berlakukan Piket 24 Jam

  • Bagikan

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Pj Wali Kota Makassar, Prof Yusran Jusuf mengumpulkan seluruh camat dan lurah di Balaikota Makassar, Selasa (9/6/2020). Ada apa?

Dalam pertemuan tersebut, Yusran memerintahkan agar seluruh camat dan lurah mengaktifkan kembali piket 24 jam sebagai bentuk deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi konflik di masyarakat.

Hal ini ditempuh menyusul terjadinya kisruh penolakan warga terhadap pelaksanaan Rapid Test serta pengambilan jenazah secara paksa di sejumlah rumah sakit (RS).

“Lurah jangan takut untuk bertemu warga, justru tugas ta’ untuk menenangkan kekisruhan ini dan memberi edukasi. Komunikasikan ki, Kerjasamaki sama camat, LPM dan RT/RW ta. Ajakki bertemu tapi tetap terapkan protokol kesehatan,” jelas Yusran.

Yusran juga menginstruksikan seluruh lurah melakukan pertemuan dengan RT/RW, LPM, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda untuk berkoordinasi mencegah konflik, serta terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga  Kuasai 58 Persen, Kalla Lines Raja Distribusi Kendaraan Rute Jakarta-Makassar

“Hari ini saya minta semua lurah melaporkan hasil pertemuannya,” tegas Yusran.

Pihaknya juga menegaskan untuk lebih intens turun melakukan pemantauan di lapangan termasuk ikut memberi edukasi kepada warga mengenai pelaksanaan Rapid Test. Sejauh ini Pemkot Makassar telah melakukan Rapid Test massal di enam kecamatan dengan jumlah yang reaktif sebanyak 130-an orang.

“Jauh menurun, sebelumnya Reproduction Number (RO) Covid-19 di Makassar 3,8 yang berarti satu pasien bisa menularkan 4 orang. Sekarang, ROnya kita 0,98. Itu artinya satu pasien hanya bisa menularkan ke satu orang, atau penularan lokal saja,” beber Yusran.

Baca Juga  Ingat Ya! 22 Mei 2020, ASN Tetap Masuk Kerja

Sementara itu kepada seluruh SKPD, Yusran meminta untuk membuat jadwal piket bergilir setiap hari, untuk ikut melakukan edukasi serta pencegahan dini terhadap potensi konflik yang terjadi di masyarakat.

“Lebih baik waspada dini, kasus dua hari ini cukup memprihatinkan, apalagi kita sudah mulai memasuki tahapan pilkada, tugas kita untuk mengantisipasi adanya konflik. Seluruh petugas yang bekerja di lapangan akan dilengkapi dengan APD sesuai protokol kesehatan,” sambungnya.

Yusran juga tengah menyiapkan “Inspektur Covid”, yakni petugas Satpol PP yang akan berkeliling di tempat-tempat umum dan memberikan edukasi kepada warga.

“Kemarin kan protokolnya hanya tiga poin, cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Sekarang kita tambah dua yaitu rajin berolahraga dan makan-makan gizi seimbang,” kuncinya. (ril)

Temukan Kami:
  • Bagikan