Polisi Bongkar Bisnis “Lendir” ABG, Jadi PSK di Sinjai dan Bantaeng

BONEPOS.COM, SINJAI - Polres Sinjai berhasil mengungkap kasus perdagangan orang atau human trafficking. Korbannya, anak di bawah umur. Miris.

Kapolres Sinjai, AKBP Iwan Irmawan menjelaskan, pihaknya berhasil membongkar aktivitas perdagangan orang atau tindak pidana eksploitasi seksual dengan korban anak di bawah umur.

Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat yang diterima tim khusus gabungan Unit Resmob dan Sat Intelkam Polres Sinjai bila disalah satu indekos di BTN Aisyah, Jalan Samratulangi, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai tentang adanya tempat prostitusi.

"Setelah dilakukan penyelidikan pada Senin kemarin sekitar Pukul 12.00 Wita, petugas berhasil mengamankan terduga pelaku (mucikari) inisial YP (24) dan AR, (43). Sementara pelaku lainnya inisial AD masih dalam Lidik," beber Iwan.

Selain itu, diamankan juga tiga orang perempuan sebagai korban yang diduga dijadikan sebagai pekerja seks komersial (PSK). Mereka adalah VA (17), NI (21), dan FI (24).

"Modus operandi pelaku YP memperkenalkan si korban dengan pelaku AD. Kemudian direkrut dan dibawa ke Bantaeng untuk dipekerjakan sebagai PSK dengan janji upah, penghasilan tinggi. Namun, setelah tiba di Bantaeng, korban dijerat utang dan harus dilunasi dengan cara bekerja sebagai PSK, namun bayaran seluruhnya diambil pelaku AD. Setelah 2 bulan kemudian, pelaku memindahkan korban ke Kabupaten Sinjai dan ditampung pelaku AR dengan alasan akan dipekerjakan di kafe (tempat karaoke) namun setelah sampai di Kabupaten Sinjai korban diperkerjakan sebagai PSK dengan melayani lelaki hidung belang dengan cara dicarikan oleh pelaku AR dan pelaksanaannya korban diawasi serta dijaga pelaku YP agar tidak melarikan diri dari tempat penampungan," paparnya.

Lebih lanjut, Kapolres Sinjai bilang, setiap korban melayani pelanggan dengan bayaran sebesar Rp200 ribu sampai Rp700 ribu. Seluruh hasil pembayarannya diserahkan kepada pelaku AR sedangkan biaya makan korban dan biaya hidup harus mencari sendiri.

"Korban berada di Kabupaten Sinjai sejak Rabu (3/6/2020) sampai 8 Juni 2020 dan selama itu masing-masing korban sudah melayani pelanggan lelaki hidung belang sudah lebih dari satu kali," sebutnya.

Adapun barang bukti yang disita terkait tindak pidana perdagangan orang ini antara lain 1 unit HP warna merah digunakan untuk cari pelanggan, 1 unit HP warna biru, 1 unit HP Nokia, uang sebanyak Rp1.450.000 dan satu buah buku tabungan BRI Simpedes inisial LH. (ril)