Awasi Protokol Kesehatan, Pj Wali Kota Makassar Sidak Pasar

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Keinginan Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf dalam melakukan percepatan program dan pembenahan pasar, terus digalakkan, Rabu (10/6/2020).

Mantan Dekan Kehutanan Unhas ini, melakukan kunjungan mendadak di Pasar Terong.

Dalam kunjungan tersebut, Yusran didampingi Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Nirman Mungkasa, dan Direktur Operasional PD Pasar, Saharuddin Ridwan.

Yusran dalam kunjungan tersebut, melihat langsung jalan Terong yang dipenuhi ratusan pedagang kaki lima yang selama ini menjadi sorotan akan kemacetan yang terjadi di lokasi tersebut.

Dalam arahannya, Pj Wali Kota memerintahkan PD Pasar agar segera melakukan penataan kios di dalam kawasan pasar Terong sehingga bisa menampung pedagang yang ada di jalan Terong.

“Yang paling penting protokol kesehatan wajib diterapkan di seluruh ruang-ruang publik kita, termasuk di pasar-pasar tradisional,” akunya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Operasional, Saharuddin Ridwan menyampaikan, jika pedagang yang berada di jalan Terong berjumlah 211 pedagang. Sementara tempat yang akan disiapkan di dalam kawasan pasar khususnya di pelataran Utara dan Selatan 225 petak.

"Khusus pelataran Utara dan Selatan kami sudah mendata jumlah ketersediaan kios pelataran yang sudah siapkan. Sehingga butuh beberapa pembenahan seperti jalanan harus di paving, lapak-lapak harus ditata rapi, toilet, pengecatan," ujar Sahar.

Selain pembenahan pedagang di jalan Terong, rencana juga dilakukan pembenahan lantai 1 pasar Terong untuk rencana pembenahan kios pasar untuk pedagang cakar di jalan Sawi.

Harapannya sebut Yusran, pihak PD Pasar harus menyiapkan tempat yang nyaman dan aman bagi pedagang sebelum dipindahkan.

"Lokasi pasar Terong ini sebetulnya bagus sekali sehingga perlu pembenahan. kita berharap perlu bantuan CSR untuk bantuan penanganan di dalam pasar jika dana APBD tidak memadai. Tapi ini kita akan maksimalkan," kunci Yusran.

Selama ini, pasar rakyat yang bersebelahan dengan Pasar Kalimbu ini terkenal sebagai pemasok sembilan bahan kebutuhan pokok, seperti sayur-mayur, aneka jenis ikan, telur, buah-buahan, dan lain sebagainya yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Pasar yang dikelola oleh pihak ketiga ini kini sudah terlihat tidak terurus dan tertata sehingga pedagang di pasar enggan untuk masuk berjualan dan lebih memilih berjualan di depan pasar sepanjang jalan terong yang mengakibatkan kemacetan terutama di pagi hari. (ril)