Soal Randis Rp1,4 M Diskes, Begini Jawaban Komisi I DPRD Bone

BONEPOS.COM - ISTIMEWA Ketua Komisi I DPRD Bone Saipullah Latif

BONEPOS.COM, BONE - Pengadaan 5 unit mobil di Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Bone seharga Rp1,4 miliar menuai banyak sorotan di kalangan masyarakat.

Pasalnya di tengah pandemi Covid-19 yang melanda, bukan berupaya untuk melakukan upaya preventif untuk menangani memutus mata rantai virus Corona, malah melakukan pengadaan mobil mewah.

Menanggapi sorotan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Bone Saipullah Latif justru beranggapan berbeda. Dia mengatakan, sorotan itu tidak berdasar.

Menurutnya, dana yang dikeluarkan untuk pengadaan Randis tersebut merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari pemerintah pusat. Dalam juknisnya memang sudah diatur untuk pembelian mobil sehingga jika dibelanjakan pada kegiatan lain maka jelas pelanggaran, karena tidak ada juknisnya.

"Dana Alokasi Khusus itu selalu dibarengi dengan Juknis, jadi kalau juknisnya mengatakan untuk pembelian mobil, yah harus beli mobil, justru lebih salah lagi jika dibelanjakan lain di luar daripada juknisnya," ujar Saipullah Latif yang juga sebagai Ketua Komisi I DPRD Bone, Rabu (10/6/2020).

Lanjut kata Saipullah, jika terkait pandemi Covid-19, DAK yang ada di Diskes ini adalah merupakan hasil refocusing untuk Covid-19, karena alasan itulah sehingga pemerintah pusat tidak menganulir DAK tersebut.

"Terkait persoalan Covid-19, jangan selalu diorientasikan hanya pada pembelian masker, APD, Bansos atau yang lain-lain, tapi masih banyak kebutuhan lain yang berkaitan dengan itu. Mobil itukan bisa digunakan untuk mendistribusikan kebutuhan terkait Covid-19 di daerah yang sulit terjangkau, Jangankan mobil, pesawat pun saat ini dibutuhkan jika seandainya anggarannya ada untuk mengangkut pasien yang terpapar supaya bisa lebih cepat,” tambahnya.

Hal senada pula juga dikatakan oleh Plt Kasubag Program Ahmad Affandi, saat ditemui di ruang kerjanya bilang, anggaran yang digunakan untuk pembelian mobil ini adalah anggaran DAK tahun 2020, tapi memang sebelumnya telah diusulkan dan setujui sejak Februari 2019 lalu.

"Jadi dalam petunjuk juknisnya memang tidak ada opsi lain untuk mengalihkan DAK ini, karena jika dialihkan untuk belanja yang lain misalnya pembangunan justru lebih salah lagi, opsinya hanya dua, belikan mobil atau batalkan, itu saja opsinya," tegas Ahmad Affandi.

Sekadar diketahui, 5 unit Randis Diskes ada 2 jenis, 3 Suzuki APV digunakan untuk ambulans di 3 puskesmas yaitu Puskesmas, Lamurukung, Puskesmas, Tellu Sittinge dan Puskesmas Usa, sementara 2 unit mobil lainnya jenis Toyota Hillux untuk Diskes, 1 untuk Farmasi. (her/ril)