Disebut Mainkan Bantuan Sosial, Legislator Golkar: Saya Cari Orangnya

BONEPOS.COM, BONE - Legislator Golkar, ABR, disebut-sebut terlibat dalam permainan penyaluran bantuan sosial (bansos) penanganan Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Bone.

ABR membantah keras tudingan yang mencatut namanya, yang memberikan bantuan ke warga.

ABR saat dikonfirmasi sempat berang mempertanyakan siapa warga yang mencatut namanya. Karena dia merasa tidak pernah menyuruh siapapun untuk datang meminta diusulkan nama-nama untuk mendapatkan bantuan sosial (Bansos).

"Siapa yang bilang begitu, saya akan cari itu karena saya tidak paham kenapa saya dikasi masuk-masuk dalam hal ini," ujar ABR, kepada Boneposcom.

Lanjut ABR mengatakan, hasil dari pertemuan warga dengan penerima aspirasi di Kantor DPRD Bone, akan dialnjutkan ke Komisi IV yang khusus menangani soal Bantuan Sosial.

Sebelumnya ratusan warga Panyula sempat mendatangi Kantor Lurah Panyula dan meminta agar Kepala Lingkungan Awang Salo dicopot dari jabatannya karena tak mampu bersikap adil dengan masyarakat, juga meminta Lingkungan Awang Salo dibagi menjadi 2 daerah.

ABR diduga main mata dengan Oknum kepala lingkungan di Kelurahan Panyula yang menitipkan nama Kepala Keluarga (KK) untuk diusulkan penerima Bantuan Sosial.

Oknum Anggota DPRD tersebut diketahui dari Fraksi Golkar berinisial ABR, hal itu diungkapkan salah seorang Warga di Lingkungan Awang Salo saat diwawancarai pasca menyampaikan aspirasi di DPRD Bone.

Menurut warga, ada bantuan sosial yang sampai di beberapa masyarakat berupa uang tunai Rp200 ribu beserta beras 5 Kg, dan itu berasal dari anggota DPRD Berinisial ABR.

"Kepala lingkungan ini mengatakan ke warga bahwa bantuan Uang Rp200 ribu ditambah beras 5 kilogram ini berasal dari ABR, katanya ada anggota dari ABR yang datang ke kepala lingkungan untuk minta data," ungkap warga Panyula ini.

Dengan adanya hal itu, puluhan warga pun mendatangi Kantor DPRD Bone untuk mengetahui apa benar bantuan itu berasal dari ABR atau murni bantuan dari pusat untuk warga yang terdampak Covid-19, dan kenyataannya adalah memang ini bantuan dari pusat.

Lanjutnya, di Kelurahan Panyula banyak warga yang sama sekali belum menerima bantuan. Baik itu bantuan PKH, BLT, maupun BST. (her/ril)