Warga Desa Geram Pernyataan BPD, Ini Penyebabnya – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Warga Desa Geram Pernyataan BPD, Ini Penyebabnya

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BONE – Sebagai bentuk protes masyarakat Desa Selli, Kecamatan Bengo, menanam pohon pisang di tengah jalan yang penuh lumpur dan berlubang.

Hal itu ditempuh warga lantaran kesal melihat jalan yang menghubungkan dua dusun, yakni Dusun Libureng Desa Selli dan Dusun Coppo Bulu Desa Tungke tak pernah dilirik pemerintah setempat.

Menurut salah seorang warga kampung baru yang tergabung dalam organisasi Kompak yang menghububgi Bonepos.com melalui messanger media sosial, warga sengaja menanam pisang dan menabur tongkol jagung karena melihat jalan itu layak untuk ditanami pisang. Lantaran pemerintah tak kunjung memperbaiki jalan tersebut, padahal warga disini rajin bayar pajak.

Baca Juga  Jalan Poros Barebbo-Sibulue Jadi Kolam di Musim Hujan, Warga: Kami Terpaksa Harus Lewat

“Tanaman pisang tersebut merupakan bentuk perotes masyarakat kepada pemerintah sedangkan tongkol jagung digunakan sebagai pengganti pasir untuk menutupi lubang jalanan tersebut,” beber warga Kampung Baru Dusun Libureng.

Tidak hanya itu ada hal lain yang membuat warga tambah kesal, adanya pernyataan kepala BPD Desa Selli Zainuddin yang berujar, Desa tidak memiliki hak untuk memperbaiki jalan tersebut karena dianggap bukan wewenangnya.

“Pernyataan itu disampaikan di Masjid Nurul Ahmad setelah selesai salat Jumat, 12 Juni 2020 oleh Zainuddun kepala BPD yang juga sekaligus Imam di sini,” tambahnya

Menurutnya, adanya pernyataan tersebut sebagian besar masyarakat tidak sepakat dengan apa yang disampaikan Zainuddin karena dianggap tidak sesuai, apalagi dia punya posisi yang sangat penting di dalam sistem pemerintahan desa yaitu BPD.

Baca Juga  Kapolres Bone Try 'Bongkar' Rahasia Sucikan Diri, Sambil Bantu Orang Susah

“Saya sangat tidak setuju apa yang disampaikan oleh Zainuddin di masjid,” kesal warga

Zainuddin yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon menilai, masyarakat salah mengartikan apa yang disampaikan olehnya.

“Yang saya sampaikan ke masyarakat kemarin itu adalah anggaran Dana Desa untuk tahun ini belum ada untuk pembanguanan jalan,” beber Zainuddun melalui sambungan telepon, Sabtu malam (13/6/2020).

Lanjut kata dia, jalan menuju perkampungan tersebut sudah masuk kategori jalan kabupaten. (her/ril)

Temukan Kami:
  • Bagikan