Legislator Golkar Sebut Warga Belum Paham Soal Bantuan

BONEPOS.COM, BONE - Siapa sosok oknum Anggota DPRD Bone yang diduga main mata dengan oknum Kepala Lingkungan di Kelurahan Panyula yang menitipkan nama Kepala Keluarga (KK) untuk diusulkan penerima Bantuan Sosial (Bansos), mengemuka.

Oknum Anggota DPRD tersebut diketahui dari Fraksi Golkar. Inisialnya ABR. Hal itu diungkapkan salah seorang Warga di Lingkungan Awang Salo saat diwawancarai pasca menyampaikan aspirasi di DPRD Bone.

Menurut warga, ada bantuan sosial yang sampai di beberapa masyarakat berupa uang tunai Rp200 ribu beserta beras 5 Kg, dan itu berasal dari anggota DPRD berinisial ABR.

"Kepala lingkungan ini mengatakan ke warga bahwa bantuan uang Rp200 ribu ditambah beras 5 kilogram ini berasal dari ABR, katanya ada anggota dari ABR yang datang ke kepala lingkungan untuk minta data," ujar warga Panyula, kepada Boneposcom, Kamis (11/6/2020).

Dengan adanya hal itu, puluhan warga pun mendatangi kantor DPRD Bone untuk mengetahui kebenaran bantuan itu berasal dari ABR atau murni bantuan dari pusat untuk warga yang terdampak Covid-19. Kenyataannya adalah memang ini bantuan dari pusat.

Lanjut dia menegaskan, untuk di Kelurahan Panyula banyak warga yang sama sekali belum menerima bantuan, baik itu bantuan PKH, BLT maupun BST.

Anggota DPRD Bone yang dimaksud warga saat dikonfirmasi membantah keras tudingan yang mencatut namanya memberikan bantuan ke warga.

ABR saat ditelepon sempat berang mempertanyakan siapa warga yang mencatut namanya. Karena ABR merasa tidak pernah menyuruh siapapun untuk datang ke sana meminta diusulkan nama-nama untuk mendapatkan bantuan sosial.

"Siapa yang bilang begitu ndi, saya akan cari itu karena saya tidak paham kenapa saya dikasi masuk-masuk dalam hal ini," ujar ABR.

Hasil dari pertemuan warga saat itu dengan penerima aspirasi, nanti akan dilanjutkan ke Komisi IV yang khusus menangani soal Bantuan Sosial.

Disampaikan ABR, banyak masyarakat yang memang belum paham soal adanya bantuan ini, karena banyak yang mau double.

"Mereka banyak belum paham, karena maunya double, jika sudah terima PKH, mau juga terima bantuan lain, dan masalah ini kita akan tindak lanjuti segera," pungkasnya. (her/ril)