21 Juni: Soekarno, Jokowi, Fahsar

21 Juni, punya makna mendalam bagi bangsa Indonesia. Catatan sejarah terukir pada tanggal tersebut.

Bukan tanpa alasan. 21 Juni, ternyata adalah hari penting para pemimpin Tanah Air.

Lihat saja, 21 Juni 1970, Presiden Pertama Republik Indonesia (RI), Ir. Soekarno, wafat di Jakarta pada usia 69 tahun.

Di tanggal dan bulan yang sama, 21 Juni 1961, lahirnya Presiden RI ketujuh, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) di Surakarta. Tepat hari ini, menginjak usia ke-59 tahun.

Tidak hanya Jokowi yang lahir di tanggal 21 Juni, pemimpin daerah yang kini menjabat sebagai Bupati Bone, Dr. H. A. Fahsar M. Padjalangi, M.Si, juga lahir dan kini menapaki usia ke-57 tahun.

Catatan yang terukir tepat 21 Juni, tentu bukan hal biasa. Menjadi goresan sejarah wafat dan lahirnya pemimpin negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara daratan benua Asia dan Australia, serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Ya, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau. Demikian yang dicatatkan Wikipedia.

Baik Jokowi dan Fahsar yang kini menjadi pemimpin, tidak sekadar lahir di tanggal dan bulan yang sama. Persamaan keduanya pula, terletak pada amanah yang diemban sebagai pemimpin.

Jokowi mengemban amanah sebagai Presiden RI untuk periode keduanya. Demikian Fahsar menjabat sebagai Bupati Bone, juga periode kedua.

Bukan itu saja, kedua sosok ini pula yang mendapatkan amanah sebagai pemimpin tengah bahu-membahu, berjuang bersama menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19). Dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Semua berjuang bersama.

Semangat perjuangan yang ditanamkan Presiden RI pertama, Soekarno, terus terpupuk dan terjaga hingga Indonesia menginjak usia ke-74 tahun, kini.

Beberapa kata bijak Soekarno tentang pemimpin patut dimaknai, dikutip dari laman Liputan6.com;

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekali pun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”

“Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

“Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.”

“Bunga mawar tidak pernah mempropagandakan harumnya, namun keharumannya dengan sendirinya menyebar melalui sekitarnya.”

“Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.”

“Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya.”

Demikian yang ditunjukkan Jokowi yang kini menjabat sebagai Presiden RI. Terus berjuang untuk kepentingan rakyat di tengah pandemi yang berimbas pada seluruh sendi-sendi kehidupan. Beberapa kata bijak Jokowi dikutip dari laman finansialku.com;

"Kita harus jaga kerukunan antar umat beragama. Kita adalah saudara, satu bangsa, satu tanah air."

"Mari gotong royong dan terus fokus bekerja untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketimpangan dan menurunkan angka kemiskinan. Kita tidak boleh berhenti bekerja untuk menghadirkan Pancasila."

Sama dengan semangat juang yang terus digaungkan Jokowi, Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, juga terus mengedukasi dan mengimbau kepada seluruh masyarakat dalam menghadapi Covid-19 ini.

"Ia tutu, ia upe, ia capa, ia cilaka (jika bijak, akan selamat, jika ceroboh, akan celaka)," tegas lelaki yang akrab disapa Puang Baso Fahsar ini.

Terima kasih untuk Bapak Ir Soekarno. Jasa luar biasa yang ditorehkan untuk Bangsa Indonesia hingga saat ini.

Kepada Bapak Presiden Jokowi selamat menapaki usia ke-59 tahun dan Bapak Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, selamat menapaki usia ke-57 tahun.

Sehat-sehat para Pemimpin sekalian. Dan teruslah berjuang untuk kepentingan masyarakat dan Bangsa Indonesia. (Wakil Pemimpin Redaksi Boneposcom, Muhammad Ashri Samad)