Brimob Bone Terjunkan 10 Personel Khusus Cari Bocah Hanyut di Sungai

BONEPOS.COM, BONE - Malang nian nasib yang dirasakan Fahriansyah. Bocah 5 tahun, warga Desa Rappa, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, terbawa arus sungai.

Pasalnya saat hendak mengisi waktu libur dengan memancing bersama temannya, bocah malang ini terjatuh dan hanyut terbawa arus sungai Rappa bersama temannya.

Diketahui teman dari Fahriansyah (5) berhasil selamat dari arus sungai setelah berhasil menggapai pinggiran sungai, sedangkan Fahriansyah sendiri hilang terbawa arus.

Menerima laporan dari warga tentang kejadian ini, SAR Batalyon C Pelopor bersama Basarnas Bone langsung bergegas menuju lokasi kejadian.

Sebelum terjun ke lokasi, Tim SAR Gabungan terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap personel dan kelengkapan yang dibutuhkan di Mako Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Jalan M. H. Thamrin No. 70 kota Watampone.

Dalam pengecekan ini, Koordinator Basarnas Bone Andi Sultan menuturkan, untuk kegiatan pencarian korban difokuskan di lokasi kejadian.

"Untuk regu SAR saya harap tetap menjaga keselamatan dalam tugas," pesan Sultan.

Dalam kegiatan pencarian korban hanyut ini, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel menerjunkan 10 personel yang dipimpin Ipda Maliwasa.

Saat dikonfirmasi, Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan mengakui, SAR Batalyon C Pelopor telah menerima laporan dari warga tentang hilangnya korban di aliran sungai Rappa, Kecamatan Tonra Kabupate Bone.

"Benar kami telah menerima laporan dari salah satu warga Desa Rappa Kecamatan Tonra Kabupaten Bone, tentang hilangnya Fahriansyah bocah 5 tahun di aliran sungai Rappa. Sebagai wujud Bakti Brimob untuk masyarakat, maka kami langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian dan berharap korban cepat ditemukan," beber Kompol Ichsan.

Selain itu, di tempat terpisah Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Anis bilang, sebagai wujud Bakti Brimob untuk masyarakat dalam menjalankan misi kemanusiaan, SAR Brimob Polda Sulsel dapat langsung terjun ke lokasi kejadian tanpa harus menunggu permintaan dari Kewilayahan, sehingga proses pencarian dan penyelamatan terhadap warga dapat berjalan dengan cepat," kunci Mantan Dansat Polda Sulbar ini. (ril)