Oknum Peras Kades Rp25 Juta, Kapolres: Kado untuk HUT Bhayangkara ke-74

BONEPOS.COM, SINJAI - Kepolisian Polres Sinjai dan Tim Saber Pungli Sinjai berhasil membongkar kasus pemerasan dan pengancaman yang dilakukan seorang oknum wartawan terhadap salah satu pejabat Sekdes di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Senin (22/6/2020).

Kapolres Sinjai AKBP Iwan Irmawan, bersama Wakapolres Sinjai Kompol Sarifuddin sebagai Ketua Tim Saber Pungli, dan Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Noorman Haryanto Sihite, gelar konferensi pers di ruang lobi Parama Satwika, Polres Sinjai, Selasa (23/6/2020).

Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres Sinjai menyebutkan, pelaku mengancam korban akan mengekspose berita melalui media online tentang penggunaan anggaran Desa Bongki Lengkese apabila tidak menyiapkan sejumlah uang sebanyak Rp25 juta.

"Mulanya, Tim saber pungli Kabupaten Sinjai mendapat informasi dari masyarakat, termasuk korban sendiri, tentang pengancaman dan pemerasan. Sehingga sekitar pukul 15.00 Wita, bertempat di Jalan Kelapa, Kelurahan Balangnipa, Sinjai Utara, Tim saber pungli melakukan penyamaran sebagai perangkat Desa yang akan menyerahkan uang kepada pelaku," tutur Iwan.

"Tim ini dipimpin langsung Kanit Tipidkor, Ipda Sangkala, dimana pada saat kejadian pelaku sementara berbicara dengan korban, setelah itu anggota yang melakukan penyamaran menyerahkan uang sejumlah Rp25 juta dan kemudian pelaku langsung diamankan dengan barang buktinya," sambungnya.

Kapolres Iwan menyebutkan, pengungkapan kasus pengancaman dan pemerasan ini merupakan suatu keberhasilan yang luar biasa menjelang hari Bhayangkara ke-74.

"Alhamduliillah, keberhasilan Polres Sinjai dan Tim Saber Pungli dalam pengungkapan ini, merupakan kado untuk hari Bhayangkara ke-74, dan ini sangat luar biasa," ujar AKBP Iwan Irmawan.

Adapun barang bukti yang diamankan, berupa uang pecahan Rp50.000 dengan nilai Rp25 juta, 1 unit handphone warna hitam, 1 unit handphone warna putih, 2 buah kartu identitas anggota (kartu pers), dan 3 buah stempel.

Pada peristiwa tersebut, pelaku telah melanggar, Pasal 368, Pasal 369 dan Pasal 378 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (ril)